Sejarah Kelam Tragedi Pembantaian 10 Ribu Etnis Cina (1)

Oleh: Alwi Shahab
Redaksi Redaksi
Sejarah Kelam Tragedi Pembantaian 10 Ribu Etnis Cina (1)
Arsip nasional
Suasana Glodok sebelum perang.
Cina Town atau Kawasan Pecinaan di Glodok, Jakarta Barat, memiliki riwayat yang panjang dan menarik. Termasuk dalam hubungannya dengan penyebaran Islam di kalangan Tionghoa.

Di kawasan Cina Town, pemerintah kolonial Belanda memusatkan warga Cina pascapembantaian Oktober 1740 yang menewaskan 10 ribu orang Cina di Kali Angke. Di kawasan itu pula, Islam berkembang di kalangan Tionghoa berikut dengan permasalahannya.

Glodok, berasal dari kata `grojok` yang artinya suara air pancuran. Kala itu, komunitas Tionghoa kesulitan menyebut grojok. Dari sebutan itulah, nama Glodok dilahirkan.

Komunitas Cina merupakan komunitas yang begitu menjaga kepercayaan leluhur dimanapun mereka dilahirkan. Sebab itu, klenteng-klenteng yang ada selalu ramai dikunjungi tidak hanya oleh generasi tua melainkan generasi muda Tionghoa.

Belanda Pisahkan Muslim Tionghoa dari Etnis Cina

Komunitas Muslim Tionghoa boleh dibilang memiliki jalan yang berliku dan penuh perjuangan. Semenjak zaman VOC, tak sedikit warga Tionghoa yang memeluk Islam. Bahkan boleh dibilang keberadaan Muslim Tionghoa sangat berperan dalam perkembangan dakwah Islam di Batavia.

Lantaran dianggap membahayakan, penguasa VOC segera memberlakukan aturan yang memisahkan warga Tionghoa dan Muslim Tionghoa dari Bangsa Indonesia. Pemisahan itu berlanjut ketika terjadinya peristiwa pembantaian Tionghoa 1740.

Glodok atau Pecinan, atawa China Town merupakan salah satu kawasan tua di Jakarta. Khusus masyarakat etnis Cina, mereka telah ada di tempat ini jauh sebelum VOC atau Kompeni mendirikan Batavia (Mei 1619).

IW Ijzerman, pakar perkotaan Belanda awal abad 20 merekonstruksikan letak Jayakarta sebelum dihancurkan dan dibumihanguskan Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen. Berdasarkan peta itu, di tepi timur sungai Ciliwung, di Kali Besar, berdekatan dengan keraton Pangeran Jayakarta, terdapat perkampungan Cina.

Jaraknya hanya sekitar satu atau dua km dari Glodok. Berarti sejak masa Jayakarta, warga Cina sudah memiliki perkampungan sendiri.

Baca: Sejarah Kelam Tragedi Pembantaian 10 Ribu Etnis Cina (2)

(ROL)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini