Duduk Perkara Pembantaian Keluarga di Sigi, Ini Penjelasannya

Redaksi Redaksi
Duduk Perkara Pembantaian Keluarga di Sigi, Ini Penjelasannya
(Photo by kat wilcox from Pexels)
Foto: Ilustrasi garis polisi

JAKARTA - Situasi di Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), dicekam ketakutan. Ini tak lepas dari aksi kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Ali Kalora membabi buta membantai satu keluarga. Empat anggota keluarga itu tewas mengenaskan.

Dikutip dari cnbcindonesia.com, pembantaian sadis itu tepatnya terjadi di Desa Lembatongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulteng pada Jumat (27/11/2020). Keempat orang yang tewas terdiri dari kepala keluarga bernama Yasa. Korban lainnya adalah istri Yasa, putri Yasa, dan menantu Yasa. Kondisi keempat korban sungguh mengenaskan. Ada korban yang dibakar hingga kepala ditebas.

"Benar dan itu kejadian pagi tadi. Korban ada sebanyak 4 orang yaitu pasutri atau pemilik rumah, anaknya dan menantunya atau suami dari anak perempuan pemilik rumah." kata Sekdes Lembatongoa, Rifai saat dihubungi, Jumat (27/11/2020), seperti dilaporkan detik.com.

Menurut Rifai, sejumlah warga yang menyaksikan aksi pembunuhan tersebut dan tinggal di sekitaran lokasi kejadian berlari ke arah hutan. Warga lari untuk menyelamatkan diri.

Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso meluruskan peristiwa pembunuhan satu keluarga yang beredar di media sosial Facebook. Dia menegaskan tidak ada gereja yang dibakar dalam peristiwa itu.

Menurut Rakhman, yang menjadi objek pembakaran oleh sekelompok orang tak dikenal hanyalah rumah yang biasa dijadikan tempat pelayanan umat. Dia kembali menegaskan bahwa yang dibakar bukan bangunan gereja.

"Informasi ini harus diluruskan, sebab sudah beredar di medsos FB (Facebook). Jangan sampai meluas hingga terjadi konflik isu SARA," ujar Rakhman.

Baca: Ngeri! Korban di Afghanistan Tembus 6.000, Apa Sikap RI?

"Jadi dari hasil olah TKP serta keterangan saksi bahwa aksi sadis yang menyebabkan 4 orang warga Kecamatan Palolo tewas dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata MIT," lanjutnya.

Dia mengatakan aparat gabungan TNI-Polri Satgas Tinombala kini mengejar kelompok tersebut sesuai petunjuk dari hasil olah TKP.

"Pengejaran terhadap arah pelarian pelaku yang sesuai dengan hasil olah TKP sementara dilakukan. Upaya untuk mempersempit area pelarian yang mengarah ke hutan di Palolo, terus dilakukan hingga saat ini," tutur Rakhman.

Dalam kesempatan terpisah, Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Didik Suparnoto, mengungkapkan pimpinan kelompok teroris MIT Ali Kalora juga ikut dalam kasus pembunuhan tersebut.

"Kalau keterangan dari saksi yang melihat, setelah ditunjukkan gambar-gambar dari (11) DPO itu, termasuk dari DPO MIT itu. Jadi setelah ditunjukkan foto-fotonya itu ada tiga yang dikenali, salah satunya adalah Ali Kalora," kata Didik.

Ia menyampaikan Ali beserta anggota MIT melancarkan aksi teror beramai-ramai secara acak. Menurut Didik, aksi tersebut dilakukan untuk menakut-nakuti masyarakat.

"Jadi mereka bergerak ramai-ramai. (Hubungan MIT dengan keluarga yang tewas) tidak ada, jadi mereka kadang-kadang suka melakukan aksi secara acak. Namanya teroris, jadi melakukan tindakan teror untuk menakut-nakuti masyarakat," ujarnya.

(sumber:CNBCIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini