`Ibu Meninggal di Pangkuan Saya`

Oleh: EH Ismail dari Tanah Suci, republika.co.id
Redaksi Redaksi
`Ibu Meninggal di Pangkuan Saya`
reuters
Jamaah haji yang menjadi korban insiden Mina.
MAKKAH -- Sarnan Sarifuddin (58 tahun) masih mengenakan baju ihram saat ditemui Republika di maktab nomor 7 di Mina, Arab Saudi, Jumat (25/9) malam. Matanya menatap nanar.

Saat bicara, tenggorokannya tercekat. Namun, lelaki yang akrab disapa Sarif ini seperti menahan diri agar airmatanya tak tumpah.

Perlahan, Sarif menceritakan peristiwa yang terjadi, Kamis (24/9) pagi. Pagi itu, rombongan jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang JKS 61 baru selesai sarapan.

Tak lama, kloter yang didominasi jamaah haji asal Kabupaten dan Kota Bandung, Jawa Barat ini memutuskan untuk melakukan lempar jumrah aqabah. Pertimbangannya, hari masih pagi dan sinar matahari belum terlalu terik.

Rombongan berjalan secara berkelompok. Ada lima kelompok besar yang keluar dari maktab dan menyelusuri Jalan King Fahd. Setelah berjalan sekitar dua kilometer, jamaah berbelok ke Jalan 223.

"Sebagian rombongan tetap lurus, saya dan rombongan belok ke kiri karena ada tentara yang menyuruh kami belok," kata Sarif. Jalan 223 bertemu di pertigaan dengan Jalan 204.

Menurut Sarif, saat sampai pertigaan tersebut gelombang jamaah dari arah belakang Jalan 223 dan dari Jalan 204 arah sebelah kiri semakin deras. Semua menuju ke satu titik di ujung Jalan 204 yang mengarah ke jamarat. "Kondisinya macet, berhenti karena di ujung jalan nggak bisa jalan."

Dalam keterangan resmi petugas keamanan yang dilansir media lokal, di ujung Jalan 204 itu petugas mekakukan sistem buka-tutup untuk mengatur arus jamaah masuk dan jamaah keluar.

Namun, pengaturan buyar saat jamaah dari kedua arah merangsek masuk. Ribuan jamaah dari arah jamarat masuk ke Jakur 204, sementara ribuan jamaah dari Jalur 204 dan Jalur 223 mendesak masuk ke arah jamarat.

"Lalu terjadi dorong-dorongan dan jamaah haji Afrika yang berbadan hitam dan besar-besar tidak peduli sama kanan-kirinya," ujar Sarif mengisahkan.

Kelompok jamaah yang dikenali Sarif sebagai jamaah dari benua Afrika bentrok dari dua arah. Jamaah haji berbadan kecil, termasuk jamaah haji Indonesia, terpental-pental dan terombang-ambing. Mereka yang menggunakan kursi roda terjatuh dan langsung terinjak dengan kursi roda berada di atas tubuhnya.(ROL)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini