Disebut Nunggak Sewa Pesawat Rp 7 T, Ini Jawaban Lion Air

Redaksi Redaksi
Disebut Nunggak Sewa Pesawat Rp 7 T, Ini Jawaban Lion Air
Foto: Lion Air Menerima Pesawat Kelima dan Menyambut Pesawat Keenam “Airbus 330-900NEO” (Dok. Alexandre Doumenjou - Master Film via Lion Air)

Pada 28 September 2020, Lion Air sempat digugat di Pengadilan London, Inggris, hingga 10 juta pound (sekitar Rp 189 miliar). Goshawk Aviation Ltd menuntut maskapai milik Rusdi Kirana itu karena berutang pembayaran sewa tujuh jet Boeing.

Dikutip dari media Law360, yang khusus membahas masalah hukum perusahaan berbasis di AS, ada perjanjian yang dilakukan kedua perusahaan di tahun 2015 hingga 2020. Lion setuju memberi uang muka (deposit) sebesar 5,5 juta pound untuk perjanjian sewa.

Goshawks dan delapan perusahaan afiliasinya mengatakan jumlah tunggakan Lion Air mulai dari 1,6 juta hingga 2,5 juta pound.

Para penggugat mengharapkan bisa memenangkan gugatan dan menerima 10 juta pound sebagai kompensasi. Media itu juga menulis formulir gugatan dimasukkan 24 Juli. Penggugat diwakili Holman Fenwick Willan.CNBC Indonesia masih mengonfirmasi hal ini ke Lion Air.

Saat ini, Grup Lion memiliki beberapa maskapai dalam struktur grupnya yang secara total mengoperasikan armada lebih dari 250 jet. Beberapa merek lainnya termasuk Malindo Air Malaysia, maskapai penerbangan jarak pendek Wings Air, Thai Lion Air dan Batik Air.

Sekitar 80% armada grup Lion dikelola lewat sekitar 42 lessor yang beroperasi.

Menurut data dari Cirium, terlepas dari kesulitan Lion Air, tiga dari lessor yang ada yakni CDB Aviation, ICBC Leasing dan Orix Aviation Systems Ltd, telah memasok Airbus SEA320 ke maskapai penerbangan hemat baru milik grup Lion yakni Super Air Jet.

Selengkapnya di CNBCIndonesia.com >>>>>>>>


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini