Rupiah Terpuruk dan IHSG Anjlok 3%, Peluang BI Naikkan Suku Bunga Lagi

Redaksi Redaksi
Rupiah Terpuruk dan IHSG Anjlok 3%, Peluang BI Naikkan Suku Bunga Lagi
Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahan. IHSG diramalkan akan bergerak di rentang 5.791-5.900.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, turunnya IHSG masih dipicu depresiasi Rupiah yang menyentuh level Rp14.600 per USD. Edwin menyebut dengan pelemahan Rupiah maka membuka peluang kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7 Day Repo Rate pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) tanggal 14-15 Agustus.

"Nilai tukar Rupiah yang terjungkal ke level Rp14.600 menjadi pintu masuk Bank Indonesia untuk menaikkan 7DRR menjadi 5,5%," kata dia dalam riset tertulis, Selasa (14/8/2018).

Untuk perdagangan Selasa Edwin memperkirakan IHSG kembali berada di zona merah seiring jatuhnya indeks EIDO, Dow Jones, minyak, emas, nikel, dan timah.

Adapun untuk saham pilihan saat IHSG koreksi, Edwin menyarankan buy untuk saham MARK. Sebab, di tengah kejatuhan tajam IHSG kemarin, saham MARK dapat bertahan, bahkan naik.

"Emiten ini 94% penjualan untuk ekspor, DER hanya 0,41 kali dan proyeksi laba bersih naik lebih dari 50% akhir tahun 2018," kata Edwin.

Sementara saham yang direkomendasikan untuk buy on weakness (BOW) antara lain, GGRM, MYOR, JSMR, ITMG, ADRO, PTBA, HRUM, INDY, BRPT, ICBP, BBNI, BBRI, BMRI, BBTN, TINS, ACES, INTP, SMGR, JPFA, TLKM, BBCA, INKP, INCO, UNTR, MEDC, ASII, ANTM.

(okezone.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini