Rupiah Anjlok, Pengusaha: Kami Hanya Bisa Berharap

Redaksi Redaksi
Rupiah Anjlok, Pengusaha: Kami Hanya Bisa Berharap
(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Rupiah

JAKARTA - Pergerakan dolar AS sejak awal tahun sampai saat ini terus menunjukkan keperkasaannya. Kondisi ini, diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir tahun.

Hal ini dikemukakan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, Rabu (29/8/2018). Dalam situasi saat ini, pengusaha hanya bisa berharap.

"Kita hanya bisa berharap. Menurut kami, kondisi [nilai tukar rupiah] masih begini saja. Kita lihat tahun depan," kata Rosan.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada hari ini memang kembali melemah. Bahkan, mata uang Garuda sepanjang perdagangan hari ini tak pernah menyentuh teritori penguatan.

Meski demikian, rupiah bukan satu-satunya mata uang yang mengalami tekanan. Beberapa mata uang seperti rupee India, baht Thailand, dan won Korea tidak bertaji di hadapan greenback.

Rosan memahami, ketidakpastian ekonomi global, terutama yang bersumber dari rencana kenaikan bunga The Fed menjadi pemicu sejumlah mata uang, termasuk rupiah tak berdaya.

"Tahun ini masih diperkirakan naik 2 kali lagi, tahun depan 3 kali. Jadi memang sudah expected," jelasnya.

Bank Indonesia (BI) memandang, tekanan yang terjadi terhadap nilai tukar hari ini disebabkan karena besarnya pembelian valuta asing dari korporasi untuk kebutuhan impor.

"Rupiah melemah karena besarnya pembelian valas (valuta asing) oleh korporasi untuk impor," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah kepada CNBC Indonesia, Rabu (29/8/2018).

Bank Sentral, ditegaskan Nanang, terus berupaya tetap berada di pasar untuk melakukan intervensi menjaga nilai tukar rupiah tetap dalam koridor yang seharusnya. "BI sudah berusaha melakukan stabilisasi. BI akan selalu menjaga pelemahan rupiah yang terjadi tidak terlalu cepat dan tajam," kata Nanang.

(cnbcindonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini