Pupuk Bercampur Pasir, KPPP Inhu Belum Terima Laporan

Redaksi Redaksi
Pupuk Bercampur Pasir, KPPP Inhu Belum Terima Laporan
ist.net

SIBERIDA,riaueditor.com – Terkait ditemukannya pupuk bercampur pasir di Kecamatan Siberida, Kabupaten Inhu, Komite Pengawasan Pupuk Pestisida (KPPP) Indragiri Hulu belum mendapat laporan. Sejauh ini KPPP pun belum menentukan sikap.

Wakil Sekretaris KPPP Inhu, Yasma Indra kepada riaueditor.com mengaku belum menerima laporan dari pihak Dinas Pertanian.

Yasma menyebutkan akan menindaklanjuti hal tersebut dan turun ke lapangan untuk mengambil sampel pupuk dimaksud, dan membandingkan dengan yang lain.

Agar kejadian ini tidak terulang, Yasma Indra menghimbau kepada para petani untuk membeli pupuk di kios-kios resmi. "Sehingga kita dapat menindak tegas pengencernya, selain itu jika memang masyarakat ada yang merasa dirugikan, sebaiknya melaporkan kepada yang berwajib, sebab ini sudah merupakan tindakan kriminal yang dilakukan oleh pengencer pupuk," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Mbah Mong, petani jagung di Siberida mengaku telah membeli pupuk bercampur pasir. Pupuk tersebut dibelinya dari seorang pengecer dari Air Molek. Diakui Mbah Mong, setelah melihat pupuk NPK Porsche itu, campuran pasirnya dalam karung 50kg tersebut hingga 2/3. Mbah Mong sendiri dirugikan hingga Rp600ribu.

Mbah Mong juga telah menceritakan hal tersebut kepada Solihin, pegawai di Dinas Pertanian yang kebetulan singgah di pondok jagung bersama dua rekannya. Solihin kemudian mengambil pupuk yang telah digunakan tersebut. Menurut Mbah Mong, temuan itu akan dilaporkan.(au)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini