Dugaan Pupuk Bercampur Pasir

Petani Jagung Bantah Jika Pupuk yang Dibelinya Adalah Pupuk Organik

Redaksi Redaksi
Petani Jagung Bantah Jika Pupuk yang Dibelinya Adalah Pupuk Organik
ilustrasi.net
RENGAT, riaueditor.com- Mbah Mong (50) Petani Jagung warga Dusun Putihan Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Siberida Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sangat kecewa terhadap pengencer pupuk setelah pupuk yang dibelinya sebanyak 20 Karung (1 ton) bercampur pasir. Sejauh ini dirinya belum mendapat pengganti pupuk tersebut dari si penjual.

Ketika dijumpai dikediamannya di Dusun Putihan Minggu (27/4) Mbah Mong yang didampingi oleh keluarganya menyampaikan kekecewaan tersebut, setelah mengetahui si pengencer datang untuk menjemput pupuk tersebut, katanya.

"ketika mengambil pupuk tersebut si pengencer berjanji untuk menganti dengan pupuk yang baru, namun hingga saat ini pupuk yang dijanjikan tersebut tak kunjung datang, selain itu uangnya juga tidak dikembalikan oleh pengencer," kata Mbah Mong.

Dengan tegas mbah Mong membantah bila pupuk yang dibeli tersebut adalah pupuk organik dengan merk Bintang MJ, "Pupuk yang saya beli adalah pupuk dengan jenis NPK Ponscha," ujarnya.

Pupuk tersebut saya beli melalui salah seorang warga Blok A Belilas yang bernama Bendol, kepada saya Bendol menyatakan bahwa dirinya kenal dengan salah seorang pengencer pupuk yang ada di Air Molek Kecamatan Pasir Penyu yang bernama Heri, jelasnya.

"Melalui bendol inilah akhirnya pupuk sebanyak 20 karung tersebut diantarkan ke kebun jagung saya, dan baru saya pergunakan keesokan harinya, dan diketahui pupuk tersebut bercampur pasir, karena tidak larut ketika digunakan di dalam air," jelas mbah Mong.

Sementara itu, Bendol yang dimintai keterangan terkait hal tersebut mengatakan bahwa pupuk yang diantarkan oleh Heri itu adalah Pupuk NPK Ponscha, bukan pupuk organik sebagaimana pernyataan dari Wakil Sekretaris KPPP Inhu tersebut, katanya.

Dijelaskannya bahwa memang pupuk tersebut dibeli melalui dirinya, namun saya tidak tau jika pupuk tersebut bercampur pasir, dan saya juga tidak tau bahwa Heri itu bukan Pengencer Resmi, yang jelas Heri itu sudah banyak menjual pupuknya di Daerah Siberida ini, katanya lagi.

Sementara itu Heri selaku pengencer pupuk belum dapat dimintai keterangannya terkait hal ini karena tidak diketahui keberadaannya. (ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini