Masyarakat Meranti Kembali Keluhkan Kelangkaan BBM

Redaksi Redaksi
Masyarakat Meranti Kembali Keluhkan Kelangkaan BBM
ilustrasi
SELATPANJANG, riaueditor.com - Pasca ditetapkannya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar oleh Presiden RI melalui Menteri Energi Sumber dan Mineral (ESDM) beberapa waktu lalu, berdampak pada langkanya BBM di Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (19/10/2015) sejumlah pengguna kendaraan mengeluhkan langkanya BBM jenis premium.

Entah disebabkan apa, premium di Kota Selatpanjang susah dicari oleh pengendara sepeda motor baik roda dua maupun roda empat.

"Mulai dari APMS hingga pengecer tak tampak satu pun bensin yang dijual," kata Wawan, salah seorang pengendara sepeda motor.

Sebelumnya, keberadaan BBM jenis premium ini kembali normal. Akan tetapi, dua hari ini kelangkaan kembali terjadi membuat sejumlah pengendara motor berebut hendak mengisi premium.

Dari pantauan Riaueditor.com, Harga Eceran Tertinggi (HET) BBM jenis premium di Selatpanjang yang sebelumnya dijual dengan harga Rp.8.000rp/liter kini menjadi Rp.9.000/liter.

Menurut Indra salah seorang warga Dipon yang sedang mengantri untuk mendapatkan BBM jenis premium di salah satu APMS di jalan Imam Bonjol mengungkapkan kekesalannya, karena terlalu lama mengantri.

"Untuk mendapatkan bensin ini saja, saya harus mengantri berjam-jam lamanya," ungkapnya, Senin (19/10/2015).

Indra juga meminta kepada pemerintah agar mengambil langkah cepat dan tepat untuk mengatasi masalah kenaikan dan kelangkaan BBM. Sebab, apabila BBM naik secara otomatis bahan pokok juga ikut naik. "Kasihan rakyat dalam kondisi ekonomii yang sulit sekarang ini," katanya.

Ia juga mengharapkan kepada pihak Kepolisian agar melakukan razia di tiap-tiap APMS maupun pengecer untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan BBM. (azw)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini