Anggaran Kementerian Dipangkas, Rupiah Dibuka Kembali Melemah

Redaksi Redaksi
Anggaran Kementerian Dipangkas, Rupiah Dibuka Kembali Melemah
ist.net
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka kembali berada dalam tekanan. Rupiah langsung bergerak melemah, di tengah banyaknya sentimen baik dari dalam maupun luar negeri.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Selasa (17/6/2014), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah ke Rp11.836 per USD dari penutupan kemarin Rp11.819 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak dalam kisaran Rp11.825-Rp11.836 per USD.

Rupiah tertekan lantaran adanya pemangkasan anggaran kementerian yang telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pemangkasan anggaran ini membuat pelaku pasar khawatir, akan berpengaruh pada proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sementara dari luar negeri, kekerasan di Irak mendorong kekhawatiran pasokan minyak akan terganggu dan didukung daya tarik aset haven. Selain itu, pertemuan Bank Sentral AS juga menjadi sentimen tersendiri.

Bank sentral AS dalam pertemuannya, diyakini akan mengumumkan pengurangan lebih lanjut dalam program pembelian obligasi bulanan, tetapi sebagian besar pelaku pasar tidak mengharapkan kenaikan suku bunga sampai pertengahan 2015.

Pasalnya, International Monetery Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS pada hari Senin dan memperkirakan ekonomi tidak akan mencapai full employment sampai akhir 2017. IMF menyarankan suku bunga harus ditahan mendekati nol selama lebih pasar keuangan masih mengharapkan.

(mrt/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini