BENGKALIS, riaueditor.com - Sekitar 853 warga Desa Meskom, Desa Simpang Ayam dan warga Desa Perapat Tunggal Kecamatan Bengkalis memanfaatkan dana pinjaman Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED-SP) Tanjung Jati.
Para pemanfaat ini mendapatkan pinjaman dari dana awal milik usaha awal tahun 2012 silam sebesar Rp5 milyar rupiah sama dengan desa-desa lain yang ada di Kabupaten Bengkalis. 590 pemanfaat telah melunasi pinjamannya sedangkan sisanya seramai 263 pemanfaat masih berjalan jangka waktu pinjamannya.
Hal ini diketahui saat dilaksanakannya Musyawarah Desa Pertanggungjawaban Tahunan (MDPT) Tahun 2017 Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED-SP) Tanjung Jati Desa Meskom Kecamatan Bengkalis pada Rabu, 28 Maret 2018 lalu.
Berjalannya waktu, UED-SP yang tahun 2017 mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp91.995.283 ini juga mengalami sedikit kendala. "Misalnya tunggakan dan iklim. Kebanyakan pemanfaat bekerja sebagai penureh getah dan nelayan, kalau sudah musim angin pendapatan mulai berkurang. Kemudian pemanfaat yang bekerja sebagai penureh getah kemarin saat harga jual ojol merosot itu nampak sekali dampaknya," ungkap Ketua UED-SP Tanjung Jati M.Sodikin, A.Md kepada wartawan, Rabu (28/3/2018) kemarin.
Walaupun ada tunggakan, Sadikin mengakui itu semua dapat diselesaikan secara pelan-pelan.
"Kita (UED-SP) kan sistem pemberdayaan beda sama bank yang ketika menunggak 2 sampai 3, 4 bulan disita. Kalau kita, kirim surat pemanggilan, SP1 SP2 dan pemaniggilan lagi kita buat kesepakatan seperti apa. Inilah tahapan-tahapannya," terang Sodikin.
"Diantara bidang usaha para pemanfaat, ada di bidang perkebunan dan usaha kecil misalnya tenun. Ada juga membuat jamu di Meskom, di Prapat Tunggal ada pengolahan terasi. Kita dulu kan masih gabung antara Desa Prapat Tunggal, Simpang Ayam dan Meskom sekarang sudah dimekarkan. Kita akan menyatukan kembali untuk melakukan investasi aset, kita akan panggil kembali pemanfaat tersebut, kita akan selesaikan," tambah Sodikin.
Saat jurnalis media ini menanyakan tentang penggunaan dana sosial dari Sisa Hasil Usaha UED-SP Tanjung Jati, Sodikin menuturkan, "Kemarin dananya digunakan untuk bantuan orang tua jompo, anak yatim, anak terlantar. Khitanan massal sudah pernah dibuat di Desa Meskom ini," kata Sodikin yang sejak 2012 telah berkecimpung di UED-SP Tanjung Jati sebagai Kader Pemberdayaan Masyarakat (PKM) pula.
"Kami sudah melakukan konsultasi bersama Pak Kades tapi belum dimusyawarahkan belum diputuskan. Kami akan fokus untuk orang tua jompo dulu. Kita akan pilah-pilahkan berapa persen untuk orang tua jompo tadi dan sisanya kita alihkan ke lain. Tidak satu item jompo saja, ada yang lainnya. Tahun lalu kita memberikan dana kepada orang tua jompo tetapi kita melihat ini kurang efektif. Mereka yang membutuhkan susah dalam memenuhi kebutuhan makan, pendapatan juga susah. Jadi kemungkinan sembako (sembilan bahan pokok) yang dikasih nanti," kata Sodikin lagi.
Selanjutnya ada usulan Camat Bengkalis Djamaluddin agar tari Zapin yang dijadikan seni pertunjukan seminggu atau sebulan sekali untuk disuguhkan kepada para pengunjung, Sodikin menanggapinya, "Kemarin wacana Kepala Desa Meskom (Usman,SP) melalui misi dan visnya memang untuk mengembangkan Desa Meskom salah satunya dengan membentuk Sanggar Menjulang Budaya. Kita akan kembangkan lagi bagaimana teknisnya, akan kita bicarakan. Yang jelas kita akan mensupport dana semampunya," tutur Sodikin.
Kedepannya, Sodikin menargetkan, "UED-SP Tanjung Jati Desa Meskom ini maju, sejahtera, layanannya bagus. Kita akan bekerjasama dengan pihak-pihak lain seperti Bank Mandiri, kemarin kita sudah koordinasi dengan mereka untuk melakukan pelatihan, seminar dan lainnya. Kita ingin mengambil ilmu mereka dan tidak lepas dari petunjuk dan teknis (juknis) dan SOP yang ada atau aturan yang berlaku. Sebab di bank kan beda dengan UED-SP," pungkas Sodikin.
Sementara itu, Camat Djamaluddin ingin potensi lokal dimanfaatkan. "Meskom ini kan kampung budaya. Di sini ada Zapin, ada kesenian-kesenian Melayu yang lain jadi itu disinergikan. Itu nanti dikelola oleh Bumdes (Badan Usaha Milik Desa), kemudian dibuat pertunjukan-pertunjukan secara rutinitas. Misalnya seminggu sekali atau seminggu dua kali. Kemudian kita informasikan kepada masyarakat tentang pertunjukan ini. Sehingga nantinya ini akan bisa mendatangkan orang, kalau orang sudah datang kemari maka masyarakat kita akan bisa berjualan. Yang meminjam dana UED-SP mereka bisa difasilitasi mengadakan tempat-tempat berdagang. Kemudian dari parkirnya juga, tiket masuknya juga, jadi melestarikan budaya mendapatkan penghasilan bagi masyarakat desa dan pelaksanaan helat seni tadi," kata Camat Bengkalis Djamaluddin pula.
Menurut Djamaluddin peluang untuk mengembangkan potensi Zapin ini cukup besar karena tidak semua daerah ada Zapin. "Ini kesenian ini budaya khas Melayu yang bisa dikedepankan. Dulu pernah dari luar Bengkalis melakukan survei ke Meskom ini, mereka kan sudah melihat potensi. Tinggal lagi cara mengemasnya saja sehingga benar-benar bisa ditampilkan sehingga bisa menjadi daya tarik kunjungan dari luar. Kalaupun kemungkinan kendala yang dihadapi adalah anggota sanggar merupakan pelajar di sekolah, waktunya kan bisa diatur tidak harus di jam sekolah. Seminggu sekali itu bisa mungkin hari Sabtu atau hari Minggu atau mungkin bisa malam hari. Yang jelas, disesuaikan dengan waktu anak sekolah. Satu desa itu harus punya potensi minimal satu atau dua yang bisa dikembangkan sehingga menjadi ciri khas," beber Djamaluddin.
Sementara itu Kepala Desa Meskom Usman, SP melalui program UED-SP berharap masyarakatnya dapat meningkatkan perekonomian. "Dengan memanfaatkan pinjaman ini kedepannya mereka masyarakat kita tadi dapat membuatkan usaha-usaha yang bersifat produktit. Kami menyambut positif usulan Camat Bengkalis untuk mendirikan Zapin sebagai salah satu cabang usaha melalui dana ued SP. Insya Allah akan kami musyawarahkan di Pemerintahan Desa Meskom bersama pihak-pihak terkait. Komitmen kami kedepannya Insya Allah akan mengembangkan Zapin ini. Dan dalam musyawarah nanti kita akan mencari jalan-jalan bagaimana untuk mengembangkannya. Kami siap mendukung untuk pengembangan kebudayaan Zapin ini," kata Usman bersemangat.
Hadir dalam MDPT kemarin Bhabinkamtibmas Brigadir Irwan Saputra, SH, Kepala Cabang Bank Mandiri Arif Kurniawan bersama masyarakat dari tiga desa tersebut di atas.(der)