Sudah Punya 6 Brand, Yuk Pelajari Cara Rosie Rahmadi Buat Busana Muslim

Redaksi Redaksi
Sudah Punya 6 Brand, Yuk Pelajari Cara Rosie Rahmadi Buat Busana Muslim
(Foto: Shutterstock)
lustrasi Busana Muslim.

TIDAK pernah ada kata terlambat untuk belajar. Sebab tidak ada ilmu yang sia-sia. Ilmu sekecil apapun dapat memberikan manfaat di masa depan. Mungkin inilah yang dialami oleh seorang fashion designer bernama Rosie Rahmadi.

Telah memiliki bisnis di bidang fashion tidak membuatnya berhenti belajar. Dia memutuskan untuk menempuh pendidikan di Islamic Fashion Institute(IFI) untuk memperdalam pengetahuannya.

Ditemui Okezone dalam gelaran fashion show di Bandung, Jawa Barat baru-baru ini, Rosie mengungkapkan manfaat yang didapatkannya setelah menempuh pendidikan di sekolah khusus fashion Muslim.

"Saya menjadi paham untuk mencari inspirasi dan tentang mood board yang dijadikan panduan untuk membuat koleksi. Selain itu saya juga belajar sketsa, styling, dan mengenal 7 kaidah busana muslim. Semuanya membuka wawasan lebih luas lagi," ungkap Rosie.

Menurutnya, untuk membuat busana Muslim ada kaidah-kaidah yang harus ditaati. Pertama, busana harus longgar sehingga menutup bukan membungkus. Kedua, warna tidak mencolok sehingga tidak menarik perhatian orang banyak.

"Terus, tidak ada motif makhluk hidup seperti manusia, binatang, dan lain sebagainya. Tidak menyerupai lambang simbol agama tertentu, tidak menerawang, tidak menyerupai pakaian laki-laki, dan tidak menjadi pakaian kesombongan," katanya.

"Mengenai hal ini saya juga sempat berkonsultasi dengan ustad lulusan Mesir dan semuanya itu memang ada di Alqur-an," terang Rosie.

Hingga saat ini dirinya telah memiliki 6 brand yang dijual di pasaran. Masing-masing brand memiliki target market dan ciri khasnya tersendiri. Adapun keenam brand tersebut antara lain Gadiza, RR, Little Tallulah, WarnaHitam, Azzahra Indonesia, dan Kamarae.

Pada fashion show yang baru saja dilakukan, Rosie menampilkan koleksi terbaru dari brand WarnaHitam. Busana yang ditampiilkan berjumlah 6 buah dan menyasar para jamaah haji maupun umroh. Selain itu, ada makna filosofis dari busana tersebut.

"Ciri khas dari busana ini cutting abaya-abaya longgar. Lalu saya menggunakan teknik macramé, jadi ada 234 tali kerajinan yang sering dijadikan hiasan dinding di jalin untuk diterapkan ke baju. Dengan teknik menjalin tali ini harapannya alumni terus menjalin silaturahmi," terang Rosie.

Lantas, bagaimana dia terus mencari inspirasi untuk mengembangkan keenam brandnya?

"Kata orang 'kan tantangan seniman tergantung mood, jadi kalau saya untuk mendisiplinkan diri mengelola 6 brand, mau ada show, event atau tidak tetap membuat koleksi. Dalam satu tahun buat 2 tema besar spring summer, fall winter," kata dia.

"Anak-anak saya juga senang menggambar dan arahkan untuk wajib membuat satu sketsa sehingga jadi tabungan untuk saya. Mencari inspirasi bisa dari hal-hal kecil yang penting menajamkan indra," pungkas Rosie.

(okezone.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini