Upaya Pemprov Riau Penuhi Kebutuhan Listrik

Redaksi Redaksi
Upaya Pemprov Riau Penuhi Kebutuhan Listrik
humas riau
Gubri H Arsyadjuliandi Rachman didampingi Kadis ESDM, Syahrial Abdi saat meninjau PLTA Koto Panjang, Kampar.
PEKANBARU, riaueditor.com - Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Riau untuk melakukan penghematan dari hal terkecil, seperti penggunaan energi listrik. Karena sampai hari ini, Gubernur yang kerap disapa Andi Rachman itu masih sering melihat pemborosan yang dilakukan Satuan Kerjanya.

“Saya sering lihat lampu-lampu kantor masih menyala, padahal tidak lagi digunakan untuk bekerja,” katanya.

Andi Rachman pun mengingatkan setiap SKPD untuk memperhatikan hal seperti ini. Karena apa, ini menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

“Kita harus bisa menghemat, apalagi APBD Riau juga terus mengalami pengurangan,” pintanya.

Salah satu langkah penghematan itu. Kata Andi Rachman, Pemprov melalui Dinas Energi dam Sumberdaya Mineral telah menandatangi komitmen penghematan energi di Lingkungan Kerja lewat program Riau Energy Saving Government  atau Resgo. “Jadi, tidak ada yang mubazir,” tuturnya.

Andi Rachman pun berharap melalui Resgo, Pemprov mampu melakukan penghematan dalam hal penggunaan listrik hingga 20 persen. Untuk itulah, ia tak segan-segan mengimbau setiap dinas dan badan untuk tidak sungkan turun kelapangan memeriksa dan memantau keadaan instansinya.

“Jangan hanya duduk-duduk saja, terima begitu saja laporan dari Satkernya. Tapi turun sendiri melihat keadaan di lapangan,” tegasnya.

Dengan progran Resgo yang terintegrasi langsung dengan Informasi Teknologi. Dinas berharap dapat melakukan penghematan penggunaan listrik diseluruh SKPD di lingkungan Pemprov Riau. “Pemprov Riau setidaknya bisa melakukan penghematan sepuluh persen untuk enam bulan kedepan,” ucapnya.

"Setidaknya enam bulan berikutnya kita bisa menargetkan sekurang-kurangnya 10 persen pada tahap awal," kata kepala Dinas ESDM Riau, Syahrial Abdi di Pekanbaru.

Dengan target sepuluh persen itu. Menurut Syarial, bukan hanya pemakaian energi listrik yang akan berkurang, namun juga jumlah anggaran yang dikeluarkan bakal menurun. "Tidak logis kalau energi dikurangi, anggaran malah bengkak," tuturnya.

Dikatakan Syahrial, komitmen penghematan energi listrik di instansi pemerintahan masih ini menunggu Peraturan Gubernur (Pergub) ditandatangani seluruh SKPD.

"Setelah itu, semua SKPD melakukan pelaporan pemakaian dayanya langsung melalui website," ujarnya.

 
Pembangunan PLTA

Selain listrik, Pemerintah Provinsi Riau juga telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air di Desa Batu Sabak, Kecamatan Kampar Kiri sebesar Rp6 miliar pada tahun lalu.

"Sudah kita kaji sebelumnya. Karena pembangunan ini memang sangat memerlukan persetujuan pemerintah pusat juga," kata Andi Rachman.

Sementara itu, PLTA Koto Panjang kini menjadi salah satu pembangkit listrik bertenaga air menggunakan air Sungai Kampar sebagai sumber penggerak turbinnya, saluran masuk In-take dam PLTA ini berada di daerah Rantau Berangin.

Namun akibat pembuatan dam atau waduk untuk PLTA ini menyebabkan beberapa desa pada kawasan Koto Panjang menjadi terendam, sehingga pemukiman warga tersebut dipindah ke kawasan aman lainnya.

PLTA Koto Panjang memiliki kapasitas terpasang 3 x 38 megawatt (114 MW). Pada musim kemarau, kemampuannya menyusut hanya menghasilkan 60 MW. Hal ini disebabkan terbatasnya debit air sungai tersebut.

"Sejauh ini, memang permasalahan energi listrik masih menjadi kendala di Riau, sebelumnya kami sudah melakukan pendekatan juga dengan RAPP (perusahaan kertas) dan Indah Kiat (perusahaan bubur kertas) terkait kerja sama energi listrik. Mudah-mudahan ini juga terealisasi," harapnya.

 
PLTMG Rengat Beroperasi

Sejauh ini, Pusat Listrik Tenaga Mini Gas (PLTMG) Rengat berkapasitas 20 Mega Watt (MW) untuk memasok kebutuhan listrik ke sistem kelistrikan Rengat telah beroperasi semakin kuat dan efisien. Maka, dengan beroperasinya PLTMG sewa Rengat yang berada di Lirik, Indragiri Hulu tersebut, PLN juga menghentikan pengoperasian sepuluh Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan total daya 11,5 MW. "Yang selama ini menggunakan BBM solar," ucapnya.

Selain itu, PLTMG Rengat dijalankan menggunakan enam unit mesin, masing-masing berkapasitas 3,5 MW dengan pasokan gas berasal dari daerah Jambi Merang. Listrik yang dihasilkan dari PLTMG ini akan memperkuat sistem kelistrikan Rengat yang saat ini memiliki beban puncak 25 MW.

"Jumlah pelanggan yang dilayani dari sistim kelistrikan Rengat ini mencapai  44 ribu pelanggan tersebar di tiga kabupaten, yaitu Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Pelalawan.

Pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah Riau khususnya Inhu sendiri dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta mengurangi  angka kemiskinan. "Sehingga Inhu bisa mensejahterakan masyarkatnya," pintanya. (adv/hms)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini