Sagu Makanan Andalan Khas Riau

Redaksi Redaksi
Sagu Makanan Andalan Khas Riau
humas riau
Gubri didampingi Ketua TP PKK Riau meninjau stan menu sagu pada Festival Sagu Riau Menyapa Dunia.
PEKANBARU, riaueditor.com - Melalui Festival Sagu Menyapa Dunia, Pemprov Riau berharap kebiasaan makan sagu bisa diterapkan oleh masyarakat. Pemprov Riau juga berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia dengan 369 jenis olahan sagu terbanyak. Ini jelas melebihi target awal yang hanya 350 jenis olahan.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, mengomsumsi sagu sudah menjadi kebiasaan masyarakat. Tentunya akan menghemat pemakaian beras hingga delapan ton, karena dalam satu hari Riau membutuhkan sekitar dua ton.

“Maka, rencana swasembada beras di tingkat daerah maupun nasional bisa kita capai," tegasnya.

Gubernur yang kerap disapa Andi Rachman pun membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi pihak swasta yang berminat mengembangkan sagu di daerahnya. Pasalnya, Pemprov Riau memprediksi produksi sagu bakal mengalami oversupply sekitar lima sampai enam tahun ke depan.

“Kalau korporasi sudah ada yang ikut mengembangkan sagu ini. Tapi, kami tetap mengimbau pihak swasta yang berminat, seperti halnya Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia atau lainnya untuk ikut menanamkan modal,” jelasnya.

Salah satu perkebunan sagu yang ada di Riau berada di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan luas sekitar 52 ribu hektare. Itu sudah digabungkan dengan kebun sagu milik perusahaan dan milik masyarakat.

Namun sayangnya, lahan gambut yang menjadi tumbuh tanaman sagu rentan terjadi kebakaran lahan di wilayah Riau. Untuk itulah, Pemprov Riau semangat mengembalikan fungsi lahan gambut seperti sediakala bersama Badan Restorasi Gambut.

“Apalagi ke depan produksi sagu akan meningkat, maka sudah harus mulai dipikirkan dari sekarang mau diapakan,” bebernya.


Dukungan Pusat

Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartato saat berkunjung ke Riau dalam rangka menghadiri Riau Expo 2016 mengungkap, langkah Pemprov Riau untuk meningkatkan produksi sagu menjadi salah satu produk unggulan patut diperhitungkan.

”Apalagi kebun sagu di Riau merupakan yang terluas di Indonesia,” ucapnya.

Airlangga pun berharap melalui agenda tahunan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu, ia pun tampak kagum dengan rencana Pemprov Riau untuk memecahkan rekor Muri dengan 350 jenis olahan sagu.

“Semoga bukan hanya rekor Muri saja yang dikejar. Akan tetapi, yang terpenting bagaimana kebiasaan makan sagu ini bisa diterapkan di masyarakat,” sebutnya.

Selain di wilayah barat, seperti Meranti, kata Airlangga, produksi sagu juga berlimpah di wilayah timur Indonesia. Maka dari itu, inovasi berbagai produk olahan sagu harus lebih ditingkatkan supaya hasilnya bisa diperluas lagi tidak hanya di Riau.

“Sekitar tahun 1980-an, saya juga belajar pengolahan dan teknologi sagu yang ada di Serawak, Malaysia,” imbuhnya.


Sagu Baik untuk Kesehatan

Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Riau, Dr Rini Harahap mengungkapkan sagu baik untuk kesehatan. Salah satunya untuk penyakit diabetes. Perlu diketahui berbagai inovasi sagu telah berhasil dikembangkan Balitbang, seperti beras analog, egg roll, gula cair, makaroni hingga mie instan.

“Untuk beras analog sendiri sangat baik dikomsumsi oleh penderita autis,” katanya.

Biasanya penderita autis memiliki permasalahan dengan pencernaannya sehingga tidak bisa mengkomsumsi sembarang makanan, apalagi yang mengandung gluten free.

“Makanan yang mengandung gluten free itu seperti tepung terigu. Nah, kalau sagu tidak ada, jadi bagus untuk mereka,” tandasnya. (adv/riau)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini