Riau Tetap Memberi Perhatian Khusus Pada Pembangunan Infrastruktur

Redaksi Redaksi
Riau Tetap Memberi Perhatian Khusus Pada Pembangunan Infrastruktur
humas riau
Rapat Pelaksanaan APBD Perubahan Tahun 2015.
PEKANBARU, riaueditor.com - Pemerintah provinsi Riau berkomitmen untuk pembangunan infrastruktur pada APBD-Perubahan Riau tahun ini. Pemerataan pembangunan infrastruktur tersebut tidak ada pengecualian baik Riau daratan mau pun kawasan pesisir.

Plt Gubri, Arsyadjuliandi Rachman menegaskan bahwa Pemprov Riau akan memberikan perhatian khusus pada pembangunan infrastruktur jalan. Hal itu dibuktikan dengan APBD Riau yang sebagian besarnya memang dialokasikan ke program-program pembangunan tersebut, baik pembangunan jalan baru maupun perawatan jalan yang sudah ada.

Di depan anggota DPRD Riau, Plt Gubri, menjelaskan hal tersebut setelah banyak anggota DPRD yang mempertanyakan komitmen Pemprov Riau dalam membangun infrastruktur jalan. Sebab, hampir sebagian besar jalan negara, jalan provinsi, atau jalan kabupaten yang rusak.

"Pemerintah Provinsi Riau tetap berkomitmen untuk memperhatikan infrastruktur jalan tersebut. Sebab ini akan berhubungan langsung dengan investasi dan pertumbuhan ekonomi Riau," jelas Andi Rachman.

Target perekonomian Riau meningkat hingga beberapa persen adalah suatu rencana yang bagus dan perlu dukungan berbagai pihak. Dengan kata lain, upaya untuk memberdayakan peningkatan ekonomi masyarakat tetap harus didukung oleh semua elemen.

Jalan Mulus Dukung Penguatan Perekonomian

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus membangun infrastruktur jalan dan jembatan. Bahkan banyak yang sudah diresmikan serta dimanfaatkan masyarakat dari berbagai daerah.

Pembangunan jembatan dan jalan tidak hanya  mempersingkat rentang kendali waktu tempuh orang dan barang, namun dapat menjadi sarana pertumbuhan ekonomi yang akan menjadi muara kesejahteraan masyarakat.

Bagaimanapun, infrastruktur menjadi bagian yang sangat penting dalam menunjang berbagai aspek kehidupan. Terutama dalam memberikan kenyamanan masyarakat dalam memperoleh akses transportasi sekaligus membuka isolasi daerah.

Di tahun 2015 ini, sepanjang 1.166 kilometer (km) jalan provinsi di Bumi Lancang Kuning mengalami kerusakan dan butuh perbaikan. Berdasarkan data Dinas Bina Marga Provinsi Riau, jumlah itu sekitar 38 persen dari total 3.033 km jalan provinsi yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

Sedangkan jalan dengan kondisi baik hanya sekitar 30 persen atau sepanjang 931 km dan kondisi sedang sepanjang 936 km.

Riau berkaca dari kondisi jalan nasional. Karena dari 1.134 km panjang jalan nasional di Riau, hanya 87 km yang mengalami rusak. Atau hanya 7,6 persen dari total keseluruhan. Sepanjang 834 km dalam kondisi baik atau 73 persen dan 212 km kondisi sedang.

"Tentu harus bersama-sama kita perbaiki. Mudah-mudahan saja dalam waktu dekat ini diperbaiki keseluruhan. Karena jalan provinsi lebih banyak rusak dibanding jalan nasional," ujar Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman.

Infrastruktur Desa Terbangun, Riau Maju

Plt Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman berkomitemn untuk fokus membangun desa. Sehingga pembangunan bisa merata serta dinikmati masyarakat luas.

Ini sesuai dengan visi pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Riau 2014-2019, yakni lebih meningkatkan infrastruktur pembangunan serta pedesaan.

Dijelaskannya, dana untuk daerah pedesaan dapat digunakan berbagai kepentingan, terutama bagi masyarakat miskin. Di antaranya pembangunan rumah-rumah layak huni, penambahan sekolah dan fasilitas publik lainnya.

"Kalau masa jabatan saya habis, ada kenang-kenangan yang bermanfaat untuk masyarakat." ujar Plt Gubri.

Lebih penting, lanjutnya, memperhatikan masyarakat miskin, khususnya di desa. Plt Gubri yakin dengan membangun desa akan memajukan Riau secara keseluruhan.

Pemprov Riau akan Bangun Bandara Baru

Bandara Udara (Bandara) internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) dinilai sudah tak memungkinkan lagi untuk dilakukan pengembangan. Semakin padatnya pembangunan gedung dan perumahan warga menjadi alasan utama.

Karena itu, Pememerintah Provinsi Riau bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II berencana bakal membangun bandara baru yang saat ini sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

"Ke depan kita bencana akan memindahkan airport, dengan kondisi ini memang tak mungkin lagi, kita tak mungkin memperpanjang landasan lagi, seiring semakin padat pembangunan sekitar bandara," kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Jumat (6/2/2015).

Dengan telah masuknya rencana pemindahan bandara SSK II ke dalam RPJMN, tentu nantinya akan menjadi skala prioritas. Kajian rencana tersebut juga sudah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan.

Akibat dari rencana pemindahan itu lanjut Plt Gubri, harapan untuk menjadikan SSK II menjadi bandara embarkasi haji kemungkinan sulit diwujudkan. Pasalnya, perpanjangan runway minimal menjadi 3000 meter, sudah tidak memungkinkan lagi seiring semakin padatnya gedung-gedung dan pemukiman masyarakat di sekitar kawasan bandara. Alasan pemindahan bandara SSK II ke lokasi lain, seiring sudah meningkatnya status Lanud Roesmin Nurjadin menjadi tipe A.

"Rencana pemindahan bandara ini sudah dalam kajian. Apalagi Lanud TNI-AU saat ini sudah menjadi grade A," ujar Plt Gubri lagi. (Adv/hmsriau)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini