Pertama di Indonesia, Baznas Pusat Apresiasi Kabupaten Siak Terapkan Zakat Petani

Redaksi Redaksi
Pertama di Indonesia, Baznas Pusat Apresiasi Kabupaten Siak Terapkan Zakat Petani
penrem031/wirabima
Kepala Divisi Pengumpulan Zakat Nasional, Fitriansyah (kiri) Bupati Siak Drs H Syamsuar, MSi, (tengah), Danrem 031/WB Brigjen Edy Natar Nasution, Wakil Bupati Siak Drs Alfedri, MSi saat melakukan panen raya dan pencanangan Hasil Zakat Pertanian di Kecamat

SIAK, riaueditor.com - Hampir seluruh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kota se Provinsi Riau datang ke Kabupaten Siak untuk menghadiri acara pencanangan zakat pertanian di Kecamatan Bungaraya.

Kepala Divisi Pengumpulan Zakat Nasional, Fitriansyah yang merupakan perwakilan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), sebelum dirinya datang ke Riau, tengah melakukan pengecekan data daerah mana saja yang sudah melaksanakan zakat pertanian dan Baznas Pusat mengakui bahwa Kabupaten Siak satu-satunya daerah di Indonesia yang sudah melaksanakan zakat pertanian.

"Dari data yang ada sebagian besar masih melaksanakan zakat profesi, mal, zakat emas. Secara spesifik zakat pertanian ini baru Siak yang membuatnya," kata Fitriansyah pada saat menghadiri acara pencanangan Hasil Zakat Pertanian, Senin (29/1/2018) di Kecamatan Bungaraya.

Dalam kesempatan itu, Fitriansyah menyampaikan ucapan terimakasih dari Ketua Baznas Pusat Bambang Sudibiyo kepada Bupati Siak, Syamsuar. Ada 3 hal besar yang menjadi konsentrasi kepada Baznas Kabupaten Siak.

"Pemkab Siak sudah menjalankan UU nomor 23 tahun 2011 untuk membentuk kepengurusan Baznas di tingkat Kabupaten. Ini suatu dukungan yang luar biasa diberikan Bupati Syamsuar kepada Baznas," ujarnya.

Menurut Fitriansyah, ada inpact positif dengan perekonian masyarakat di Kabupaten Siak melalui gemar zakat ini. Dari data yang ada jumlah masyarakat yang umrah setiap tahunnya dari Siak meningkat.

"Bahkan subuh tadi saat salat di Masjid, saya cukup terharu melihat jamaahnya sampai 3 syaf. Padahal kota ini sepi, tetapi masjidnya tetap ramai karena masyarakatnya sangat religius," ujarnya lagi.

Dalam kesempatan ini, Bupati Siak H. Syamsuar mengatakan zakat bukan hanya sekedar pilar atau tiang utama dalam agama, melainkan dijadikan Allah sebagai identitas muslim yang apabila tidak ditunaikan, maka seseorang belum dapat disebut sebagai muslim yang bersaudara dengan muslim lainnya.

"Oleh karena itu zakat adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT, karena semua tanaman dan buah-buahan yang tumbuh di atas bumi ini, merupakan hasil ciptaan Allah semata-mata," kata Syamsuar.

Kata Syamsuar, sepanjang tahun 2017 lalu, Baznas Kab Siak telah mengumpulkan 12 miliar rupiah dari dana zakat, dan telah didistribusikan kepada para petani mustahiq dalam bentuk konsumtif dan produktif. Total keseluruhan dana zakat yang telah dikumpulkan sejak tahun 2011 sampai dengan tahun 2017 berjumlah Rp.51.450.000.000 dengan jumlah yang telah didistribusikan dalam periode tersebut sebesar 49.350.000.000.

Dengan jumlah mustahik konsumtif yang dibantu melalui zakat sebanyak : 30.126 Orang, dan mustahik produktif yang dibantu melalui zakat sebanyak : 3.719 Orang.

"Diharapkan setelah launchingnya zakat hasil pertanian ini, dapat menumbuhkan kesadaran kita semua untuk megeluarkan zakat secara tepat dan benar, artinya tepat sasaran mustahiq dan benar menurut syari’at Islam," katanya.

Dia juga menyebutkan rata-rata produksi padi pertahun selama 6 (enam) tahun terakhir (2012 sd 2017) sebesar 35.504 ton. Oleh karena itu terjadi peningkatan sebesar 25,8 persen dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2011, yang hanya berkisar 28.220,57 ton. Sementara rata-rata produktivitas padi per-tahun selama 6 terakhir yaitu pada tahun (2012-2017), sebesar  4.815 ton/HA. Meningkat sebesar 18 persen dari keadaan tahun 2011 yaitu 4,078 ton/HA.

Danrem 031/Wirabima, Brigjen Edy Natar Nasution mengaku sangat terharu dengan pencanangan zakat pertanian di Kabupaten Siak. Apa yang telah dilakukan Bupati Siak, merupakan suatu bentuk kepeduliannya kepada masyarakat.

"Seorang pemimpin itu akan dituntut pertanggungjawabannya kelak. Dan kita melihat Bupati Siak sudah menunjukan tanggungjawabnya kepada rakyat dan juga mampu membuat potensi zakat Siak ini menjadi yang tertinggi di Riau," kata Danrem.

Sebelum melakukan pencanangan zakat pertanian dan panen raya tersebut, Bupati Siak beserta rombongan menyempatkan untuk memanen tomat dan bawang.  

Diakhir acara, sejumlah petani padi melakukan pembayaran zakat pertanian dalam bentuk gabah yang diterima langsung oleh Bupati Siak, Syamsuar, Baznas Pusat Fitriansyah dan Danrem 031/ Wirabima, Brigjen Edy Natar Nasution. (man) 


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini