Sambung Rasa Dengan 1000 Petani

Gubri Minta Petani Bungaraya Tidak Alih Fungsi Lahan Pangan

Redaksi Redaksi
Gubri Minta Petani Bungaraya Tidak Alih Fungsi Lahan Pangan
adi/riaueditor.com
Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M. Si, Gubenur Riau H. Annas Maamun dan Wakil Bupati Siak Drs. H. Alfedri, M. Si Mencoba Alat Menanam Padi Dengan Mekanisasi (Transplanter) Bertempat Persawahan Kecamatan Bunga Raya, Kamis (6/3).
BUNGARAYA, riaueditor.com- Sambung rasa seribu petani dalam kunjungan kerja Gubernur Riau H Annas Maamun berlangsung di Kecamatan Bungaraya. Didampingi Bupati Siak Drs H Syamsuar, M.Si, Wakil Bupati Siak Drs Alfedri, M.Si, Wakil Ketua DPRD Siak H Azwar, Direktur Kementerian Pangan RI. Hadir para Kepala Dinas, Kantor, Badan, UPTD, Camat se-Kabupaten Siak, para Kepala Desa dan seribu petani tanaman pangan yang ada di Kabupaten Siak.

Gubernur Riau H Annas Maamun dengan tegas meminta kepada seluruh petani pangan yang ada di Kabupaten Siak, tidak mengalihkan lahan pangannya ke tanaman lain, seperti sawit.

"Ini penting, sebab masyarakat kita ini makanan pokoknya adalah nasi yang dimasak dari beras yang dihasilkan dari lahan pertanian padi, bukan sawit," tegas Annas, Kamis (6/3) di lapangan Sri Juangsa Kecamatan Bungaraya.

Menurut Annas, memang saat ini petani tentu ingin mencari untung, karena harga sawit itu mahal, makanya terkadang ada petani pangan yang mengalihkan fungsi lahannya ke tanaman lain.

"Oleh karenanya, apa yang menjadi kendala petani harus lebih diperhatikan pemerintah, jangan memberi petani itu yang kecil-kecil seperti racun tikus. Untuk racun tikus ini biar saja petani yang beli sendiri, akan tetapi bantuan yang besar seperti hentraktor, pupuk, bibit harus dibantu oleh pemerintah, sehingga mereka tidak melakukan alih fungsi lahan. Dan memberikan bantuan henktraktor itu jangan satu unit, berapa yang dibutuhkan harus disalurkan," ujar Gubri disambut tepuk tangan hadirin.

Menurut Gubri, apa yang menjadi permasalahan petani pangan di Kecamatan Bungaraya, seperti pompanisasi, dan irigasi hal ini harus diutamakan, untuk itu melalui dana APBD Provinsi Riau, nantinya petani pangan Kecamatan Bungaraya ini tetap kita perhatikan, sebab apa yang kita lakukan ini, untuk masyarakat dan kembali kepada daerah. Untuk itu setiap hasil panen yang didapat, tolong dibuat karung yang berlogo nama Siak atau Bungaraya, sehingga bila dijual orang akan tahu bahwa beras tersebut berasal dari Siak, tukas Annas.

"Jangan beras Siak jadi beras Siantar, karena banyak beras petani pangan di Riau ini dibeli oleh pengusaha Sumatra Utara (Sumut), saat ini banyak beras Siak menjadi beras Siantar, kapan mereka menanamnya, oleh sebab itu Pemerintah Daerah harus menangani persoalan ini, dibuatkan logo dan hak cipta beras Siak, jangan lagi beras Siak sampai jatuh kepengusaha Sumut, cukup kita yang mengelolannya," papar Gubri.

Sementara Bupati Siak Drs H Syamsuar, M.Si menyampaikan, bahwa sektor pertanian pangan memiliki peranan strategis, terutama sebagai penyedia pangan rakyat Indonesia, penyedia bahan baku industri, penyerapan tenaga kerja yang berdampak pada penurunan kemiskinan serta penggerak perekonomian daerah yang mendukung pembangunan wilayah.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak telah menetapkan misi kedua dalam Rencana Strategis Pembangunan Daerah 2011-2016 yakni mengembangkan perekomomian daerah dan masyarakat melalui pembangunan dan pengembangan sektor Pariwisata, Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Peternakan serta sektor-sektor produktif lainnya dan dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang terbarukan, ungkap Bupati.(Adi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini