Bupati Irwan Upayakan 577 Guru Masuk K III

Redaksi Redaksi
Bupati Irwan Upayakan 577 Guru Masuk K III
Humas Meranti
Bupati H Irwan Upayakan 577 Guru Masuk K III.
SELATPANJANG, riaueditor.com - Pemda Kabupaten Meranti menyadari, bahwa tenaga guru merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditolerir namun amat disayangkan masih banyak tenaga guru yang berstatus honorer, untuk itu Bupati Kabupaten Meranti Drs H Irwan, MSi akan mengupayakan seluruh guru honorer daerah yang terdata saat ini diusulkan untuk masuk KIII.

Pernyataan itu disampaikan Bupati bersempena Bimtek Guru SD, SMP dan SMU sederajat sekaligus penyaluran gaji guru honorer secara simbolis, di Aula Afifa, Selatpanjang, Jumat (5/3).

"Semua guru honorer yang ada akan kami dorong mejadi KIII, kita akan mengkoordinasikan ke Badan Kepegawaian," ujar Bupati diiringi tepuk tangan gemuruh dari 557 guru Honorer daerah yang hadir.

Dijelaskan Bupati, pada dasarnya guru honorer daerah sudah tidak diperbolehkan lagi, namun dengan kondisi Meranti saat ini tidak dimungkinkan guru honorer dihentikan. Dicontohkan Bupati kondisi tenaga pengajar di Teluk Buntal dan Tj. Medang yang berada di pinggiran Kabupaten Meranti yang masih minim tenaga pengajar.

"Jika tidak diperbolehkan bakal banyak anak yang tidak bersekolah," ucap Bupati, sembari menambahkan juga masih banyak Sarjana di Meranti yang menganggur.

Lebih jauh diijelaskan Bupati, Meranti membutuhkan banyak guru, itulah yang menjadi alasan diangkatnya tenaga guru honorer daerah, alasan lainnya banyak guru yang setelah diangkat jadi PNS tidak mau lagi ditugaskan di daerah dan menggunakan berbagai alasan serta koneksi untuk memuluskannya.

Akibatnya, sekolah jauh kekurangan guru."Setelah jadi PNS mulai menggunakan akses anggota dewan, kakek, nenek dan lainya, mau tak mau akhirnya terpaksa mengangkat guru honor," terangnya Bupati serta mengharapkan semua bisa memahami kondisi ini.

Bahkan sambungnya, guru honorpun banyak juga yang minta mutasi ke kota kasus ini menurut Bupati menimbulkan masalah baru dunia pendidikan di Meranti.

"Jika semua orang tak mau lagi mengajar di sekolah desa mau jadi apa anak-anak desa kedepannya, mohon direnungi lagi," pinta Bupati Irwan.

Bupati berharap peran guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa mampu menjalankan fungsinya, meningkatkan kwalitas diri dalam rangka meningkatkankan kwalitas anak didik. Baik itu guru honorer binaan Dinas Pendidikan Kabupaten Meranti maupun binaan Kementerian Agama.

"Tanpa guru, bangsa ini mau jadi apa," tanya Bupati.

Terkait isu penurunan gaji guru honorer, Bupati menegaskan tidak akan dilakukan. "Saya mendengar ada penurunan gaji guru honor, saya tegaskan itu tidak bisa dibiarkan, kalo bisa kita naikan," tegas Bupati.

Seperti diketahui, saat ini di Meranti terdapat 3000 guru honorer dibawah Kementerian Agama, selain mendapat honor dari Depag sebesar 600 ribu, Pemda Meranti juga membantu 600 ribu rupiah jadi total gaji 1.2 juta rupiah, sementara guru honorer daerah berjumlah 557 orang dengan jumlah gaji sebesar 600 ribu rupiah. Untuk pembayaran gaji guru Honor KementerianAgama dan Daerah Pemda Meranti mengeluarkan anggaran hampir Rp40 Miliar pertahunya.(Adv/azw)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini