Tim Yustisi Kampar Kembali Tangkap 10 Wanita Diduga PSK

Redaksi Redaksi
Sering Dirazia, Kafe Remang-remang Tak Berkurang

[caption id="attachment_1635" align="alignleft" width="430"] Wanita Diduga PSK yang diamankan Tim Yustisi Kampar[/caption]

BANGKINANG(RiauEditor)-Tim yustisi Pemkab Kampar, Kamis (22/11) berhasil mengamankan 10 orang wanita penghibur beserta satu laki-laki yang diduga teman kencannya. Mereka diduga melakukan tindakan asusila di wilayah Kabupaten Kampar.

10 wanita diduga PSK ini ditangkap sekitar pukul 23.00 WIB. Selain di café tempatnya mangkal, diantaranya juga diamankan dari rumah kost yang tak jauh dari lokasi café di Desa Bukit Sipayung dan Desa Suka Mulia Kecamatan Bangkinang Seberang.

Akhyar, Kasi Ops Satpol PP Kampar yang dikonfirmasi melalui selulernya menyampaikan, operasi ini  dilaksanakan berdasarkan informasi dari masyarakat. Setelah beberapa hari melakukan pengintaian memastikan kegiatan di lokasi kafe remang-remang tersebut, petugas kemudian melakukan penggerebekan.

“Sebelas orang yang ditangkap langsung dibawa ke Kantor Satpol PP Kampar untuk didata dan dibuat perjanjian bahwa mereka tidak akan mengulangi perrbuatannya lagi,” ungkap Akhyar.

Lanjut Akhyar, setelah melakukan pendataan terhadap 10 orang wanita diduga PSK ini diketahui mereka bukan orang Kampar. Untuk itu mereka akan dikembalikan ke daerah asalnya.

“Untuk melepas mereka, kita minta kepada bos atau maminya untuk menjemput. Kita akan minta pada bosnya untuk memgembalikan mereka ke daerah asalnya,” jelas Akhyar.

Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kampar Santoso, ketika memberikan keterangan justru menyampaikan hal berbeda terkait operasi yang dilakukan terhadap kafe-kafe dengan pelayan wanita diduga PSK di wilayah Kampar. Santoso mengakui sulitnya untuk menemui bos atau mami yang mengatur pekerjaan PSK ini.

“Sulit untuk berjumpa dengan bos mereka. Bahkan mereka melarikan diri ketika kita mau menemuinya. Bagaimana mau memberikan sangsi,” kata Santoso berdalih.

Diakui Santoso lagi, Dinas Sosial belum memiliki panti rehabilitasi. Oleh karenanya dengan terpaksa mereka yang ditangkap ini dilepas kembali. Selain itu Satpol PP Kampar juga belum punya tenaga penyidik. “Jika mau ditahan mereka harus disidik. Dalam waktu 1x24 jam tidak dilakukan penyidikan maka harus dilepas,” kata Santoso.

Terkait sanksi untuk PSK serta mami dan pemilik café remang-remang ini, apa yang dituturkan Santoso jelas bertolak belakang dengan apa yang disebutkan Kasi Ops Satpol PP Kampar yang menyebutkan bahwa bos atau mami nantinya yang akan menjemput mereka.

Iyan, salah seorang warga Kampar yang cukup prihatin dengan Pekat (penyakit Masyarakat) di Kampar menduga adanya main mata antara aparat dengan pemilik kafe serta bos yang mengatur kegiatan PSK ini. Bukan hal yang aneh jika selama ini setelah ditangkap, mereka kembali dilepas dan kembali bekerja sebagai PSK.

Iyan melihat apa yang dikoarkan Bupati Kampar selama ini tentang lima pilar pembangunan Kabupaten Kampar ternyata hanya isapan jempol belaka. “Mana pilar pertama yang berbunyi peningkatan akhlak dan moral,” katanya.(smi)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini