Rombak SOT, Bupati Lantik 820 Pejabat Kampar

Redaksi Redaksi
BANGKINANG(riaueditor)- Mhd. Syukur kembali melenggang sebagai Kepala Dinas Kehutanan Kampar. Jabatannya dipastikan tetap utuh setelah dilaksanakan pelantikan pejabat esselon II, III dan IV di Gedung Maghligai Bungsu, Kompleks Islamic Center, Bangkinang, Jumat (28/12/2012) siang.

Sebelumnya, Syukur menjadi pejabat paling disorot setelah diterbitkan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri tentang pejabat terpidana pada 29 Oktober 2012 lalu. Namun tampaknya, Bupati Kampar Jefry Noer dan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) masih berkenan memakai Syukur dalam Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) di lingkungan Pemkab Kampar.

Syukur sendiri, meminta kerja sama dari seluruh pihak dalam melaksanakan tugas menertibkan kawasan hutan. Ia mengklaim, dirinya sudah menunjukkan kinerjanya melalui beberapa kali operasi penertiban yang dilaksanakan.

"Saya akan bekerja. Setelah dilantik langsung turun ke lokasi," katanya. Sebelumnya, menanggapi SE Mendagri, Syukur mengatakan bahwa tidak harus dilaksanakan. Menurut dia, SE diterbitkan jauh sesudah ia menjabat Kepala Dinas Kehutanan Kampar. "Secara hukum, tidak ada yang dilanggar," tandasnya.

Syukur dilantik bersama 820 pejabat lain. Pelantikan dan pengambilan sumpah dipimpin langsung oleh Bupati Jefry Noer. Hampir setengah dari jumlah SKPD mengalami perubahan. Selain itu, ada pula yang harus kehilangan jabatan alias non-job.

Pejabat yang dilantik kemarin di antaranya adalah Azwan, tetap sebagai Sekretaris Daerah. Pada posisi Asisten, Nurahmi yang sebelumnya menjabat Kepala Bappeda menjadi Asisten Bidang Administrasi Umum. Kepala Bappeda digantikan oleh Azwan yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pertanian.

Sementara itu, Bustami HY yang menjabat Asisten Bidang Administrasi Umum beralih ke posisi Staf Ahli. Empat Staf Ahli lainnya lagi yakni, Syahrizal, Mawardes, Alfisyahri dan Ali Nafiah.

Sementara itu, jabatan Sekretaris Dewan tetap dipegang oleh Ramlah. Perubahan terjadi pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja yang kini dijabat oleh Anizar. Kadis Pasar, Kebersihan dan Pertamanan dijabat oleh M. Yasir yang sebelumnya menjabat Kepala BLH. Sedangkan Kepala BLH dijabat oleh Basrun. Dinas Pertanian dan Peternakan yang mengalami penggabungan dalam SOTK dipimpin oleh Cokroaminoto.

Ali Sabri yang sebelumnya menjabat Kepala BPBD, kini memimpin Kepala Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal. BPBD dijabat oleh Ali Zabar. Satpol PP yang sebelumnya dijabat oleh Santoso, kini dipimpin oleh Erdiot yang sebelumnya memimpin Kepala Badan Pemberdayaan dan Perlindungan Masyarakat. Erdiot digantikan oleh Zamzamir. Pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB dipimpin oleh Dahlan dari Dinas Koperasi, UKM.

Pada jabatan Kepala Bagian Humas yang sebelumnya dijabat oleh Amri Yoedo, kini dijabat oleh Hamdani dari Sekretaris Dinas Perkebunan. Sedangkan Amri pindah ke Bagian Ortal.

Dalam sambutannya setelah pelantikan, Bupati Jefry mengaku belum puas dengan kinerja para bawahannya selama ini. Ia meminta ke depan, etos kerja lebih ditingkatkan lagi. Terucap saat berpidato, Jefry mengaku perombakan kabinet tanpa rasa dendam. Ia mengajak agar sama-sama menghilangkan istilah lawan atau kawan politik pada Pemilukada.

Jefry juga kembali mengingatkan seluruh pejabat untuk membuat surat pernyataan siap tinggal di Ibukota Kabupaten, Bangkinang. "Kalau tidak bersedia tinggal di Bangkinang, lebih baik mengajukan pengunduran diri," katanya. Ditambahkan, evaluasi akan dilakukan tiga bulan ke depan. Selama tiga bulan, pintanya, para pejabat struktural harus menunjukkan kinerja yang bagus.(smi)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini