Mahasiswa Bentrok Dengan Polisi, Empat Memar - Satu Luka Parah

Redaksi Redaksi
[caption id="attachment_1911" align="alignleft" width="300"] Aksi Bentork Mahasiswa dan Aparat Polres Kampar (29/11/12)[/caption]

Lagi belasan mahasiswa bentrok dengan aparat kepolisian Kampar. Empat luka memar dan seorang lainnya harus dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Bangkinang(riaueditor)- Setelah menanti dua jam, belasan mahasiswa akhirnya memaksa masuk ke dalam ruang rapat badan anggaran (Banggar) DPRD Kampar, dimana anggota dewan sedang menggelar sidang pembahasan APBD Pendidikan Kampar, Kamis (29/11/12).

Aksi demo yang berlangsung sekitar Pukul 11.00 Wib menuntut pendidikan gratis mulai dari tingkat SD hingga SMA. Situasi dari awal sudah terlihat agak panas, puluhan aparat kepolisian dari Polres Kampar dan Satpol PP Kampar sudah dari pagi berjaga jaga.

Sekitar Pukul 13.00 Wib, bentrok tidak terelakkan, setelah beberapa kali terjadi aksi dorong dan negosiasi antara mahasiswa dengan aparat keamanan. Akibatnya satu orang terpaksa dirawat dan di rujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Empat orang mengalami luka memar akibat di pukul dan diinjak-injak oleh aparat Polres Kampar.

Kapolres Kampar AKBP Trio Santoso mengatakan tindakan tegas terpaksa dilakukan karena mahasiswa memaksakan diri hendak mendobrak masuk ke ruang rapat badan anggaran.

"Kita sudah berusaha memberi pengertian kepada mahasiswa untuk tidak memaksakan masuk, mengingat para angota dewan sedang rapat pembahasan anggaran. Tetapi mereka berusaha mendobrak pintu dan memaksa masuk," ujarnya saat terhubung melalui telpon seluler.

Pantauan riaueditor di RSUD Bangkinang, salah seorang demonstran terluka bernama Dedek sedang dirawat akibat terinjak-injak oleh aparat kepolisian Polres Kampar. Selain masih terdapat lima mahasiswa lainnya yang terluka memar di wajah, punggung dan pundak dan dada.

Anton salah seorang korban memar kepada riaueditor mengatakan, kami tidak terima perlakuan brutal dari aparat Polres Kampar, “kami akan lapor ke Propam Polda Riau, kami tuntut perlakuan tidak wajar ini sampai tuntas,” ungkap Anton geram.

Sementara Anwar menyesalkan sikap anggota DPRD Kampar yang tidak aspiratif, kami memaksa masuk karena sudah dua jam tidak digubris, anggota banggar terkesan menunda-nunda kami masuk ruang sidang, padahal kami datang atas undangan dewan kemarin.

“Kami kesini diundang oleh Hj. Eva Yuliana, pimpinan DPRD yang membahas anggran Dispora Kampar, kami ingin memberikan masukan yang kami perjuangkan untuk seluruh masyarakat Kampar, agar pendidikan digratiskan,” sesalnya.(smi)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini