Jalan Putus, 18 Desa di Kampar Kiri Terancam Rawan Pangan

Redaksi Redaksi
[caption id="attachment_3972" align="alignleft" width="300"] Kondisi Jalan yang Rusak Sepanjang 2 Km di Kampar Kiri[/caption]

BANGKINANG(riaueditor)-  Sebanyak 18 desa yang ada di kecamatan Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu terancam rawan pangan. Pasalnya, akses jalan menuju kedua kecamatan tersebut terputus sepanjang lebih kurang dua kilometer.

Curah hujan yang tinggi hingga akhir tahun 2012 lalu telah menghancurkan jalan menuju desa Batu Sasak, Pangkalan Kapas, dan Tanjung Permai. Terputusnya jalan sepanjang dua kimeter membuat Kendaraan roda empat dan roda dua terpaksa mengambil jalan alternative, melintas di semak dan kebun-kebun warga.

Camat Kampar Kiri,Yusnimar kepada riaueditor mengatakan warga kesulitan mendapatkan sembapo untuk kebutuhan sehari hari. Saat ini masyarakat mulai di jatah hanya boleh membeli 5kg beras per KK, mengingat stok beras yang terbatas, ungkapnya.

Yusnimar Mengharapkan Dinas PU Bina Marga Provinsi Riau secepatnya memperbaiki jalan yang rusak tersebut. “Andai tidak secepatnya diperbaiki, warga di 18 desa ini akan semakin terancam,” imbuhnya.

Salah seorang anggota DPRD Kampar, Repol SAg yang meninjau langsung kerusakan jalan di Km 10 mengkhawatirkan kebutuhan pangan warga di 18 desa disebabkan kendaraan yang mengangkut sembako tidak bias melewati akses jalan yang rusak parah.

Selanjutnya Repol menghimbau Pemda Kampar segera mengirimkan bantuan berupa Beras, mie instan, minyak goreng dan kebutuhan bahan pokok lainnya.

Repol juga menyayangkan pihak swasta yang beroperasi di wilayah itu seperti PT. Arara Abadi tidak menunjukkan kepeduliannya. Kerusakan jalan semakin parah justru karena dilalui oleh truk-truk kayu mereka, ujar Repol.

Sementara Kepala Seksi Jalan Dinas Bina Marga Provinsi Riau, Umar ST,MT kepada wartawan mengakui akses jalan yang rusak yang terdapat pada Km 10 merupakan jalan provinsi. Sedangkan kondisi jalan tanah yang rusak parah karena dilalui oleh mobil-mobil perusahaan bertonase tinggi.

“kita sudah mengerahkan alat berat pada titik terparah, jika cuaca mendukung sedikitnya dibutuhkan waktu 3 hari untuk jalan bisa dilalui warga, agar warga bisa keluar, jelas Umar.(smi)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini