Bupati Indra Mukhlis Taja Refleksi Akhir Tahun Bersama PWI Riau

Redaksi Redaksi
PEKANBARU(riaueditor)- Provinsi Riau, selama tahun 2012 ini terus digonjang-ganjingkan dengan maraknya persoalan korupsi yang tiada hentinya, seperti kasus PON yang saat ini banyak menyeret anggota DPRD Riau.

Hal ini, dikatakan Bupati Indra Giri Hilir (Inhil), DR Indra Mukhlis Adnan SH,MH,Phd, yang juga pakar politik dan hukum tata negara Riau dalam acara Refleksi akhir tahun 2012 Pemkab Inhil bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau di Hotel Pangeran, Pekanbaru, pada Sabtu (29/12) malam tadi.

Indra, yang juga politisi muda Partai Golkar Riau ini mengatakan, bahwa banyaknya kasus korupsi dilevel eksekutif dan legeslatif ini, tidak terlepas dari peranan Partai Politik (Parpol). Hal ini menurut Indra, salah satu penyebabnya karena dalam pemilihannya kebanyakan melalui parpol.

"Jadi, negara ini harus membuat Perundang-undangan, dimana kedepan parpol harus dibiayai oleh negara, sehingga tidak ada lagi menggunakan kekuasaan di legislatif dan eksekutif, untuk melakukan korupsi. Tapi negara ini belum mampu untuk menerapkan hal seperti itu," terang Indra, saat menyampaikan refleksi akhir tahun yang berjudul, Transaksi, Korupsi, Pragmatisme dan Konsolidasi Demokrasi.

Juga jumlah keseluruhan pemilu di indonesia ini, baik Pemilihan Presiden, Pemilihan Legeslatif, Pemilihan Gubernur, Pemilihan Walikota, Pemilihan Bupati, Kepala Desa yang mencapai 65,793.

"Serta 19,446 kursi yang diperebutkan setiap pemilu, mulai dari Pilpres dan Pilkades, dan dalam rentang waktu setiap lima tahun sekali, ada 533 pemilu di Indonesia. Rata-rata ada 107 lebih pemilu setiap tahunnya dan sekitar 9 pemilu setiap bulannya, serta lebih 2 pemilu disetiap minggunya," ungkapnya.

Ditambahkan Indra, bahwa ada enam infrastruktur perunahan kepemimpinan dimasing-masing pemimpin, yakni Aktor, Aturan, Institusi, Mekanisme, Publik dan Sistem. Serta didalam diri seorang pemimpin juga harus melekat kewajiban sebagai pendidik dan jiwa mendidik.

"Maka ada tiga pilar pembangunan, yang menjadi target saya dalam memajukan Riau ke depan yakni, Peningkatan ekonomi dan otonomi desa, dengan memperdayakan masyarakat, pendidikan, pelayanan kesehatan dan terciptanya infrastruktur yang memadai," tegas Indra Muchklis Adnan.

Ketua PWI Riau H Deni Kurnia, dalam sambutannya menyatakan, bahwa acara ini sudah cukup lama direncanakan, tapi mengingat beberapa kendala, akhirnya hari ini bisa diwujudkan.

"Acara yang kita adakan ini, bisa dipastikan bebas dari unsur Politis. Masyarakat Riau pada 2013 nanti juga akan ada pemilihan Gubernur, salah satu calon yang akan maju adalah Indra Mukhlis Adnan, yang saat ini menjabat sebagai Bupati Inhil," ujar Deni.

Saat, sebelum penutupan, Bupati Inhil Ini, menandatangani fakta Integritas untuk pemberantasan korupsi di Riau, antara Indra Mukhlis dengan PWI Riau yang diwakili Ketua, Deni Kurnia.

Acara ini dihari oleh ratusan wartawan yang ada di Riau, baik cetak maupun media online, tampak juga hadir beberapa perwakilan organisasi wartawan di Riau, seperti, IJTI, AJi dan lainnya. Juga hadir beberapa orang wartawan senior Riau.

Sebelum penutupan acara ini, Ketua PWI Riau beserta segenap Pengurus PWI Riau, membuat kejutan, dengan dimatikannya lampu ruangan. Lalu tiba-tiba Ketua PWI dan Pengurus menyanyikan lagu selamat ulang tahun, sambil memberikan karangan bunga dan kue tar. Rupanya hari Sabtu (29/12) kemarin, Bupati Inhil ini merayakan hari jadinya yang ke 46 tahun.(dm)


Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini