Komnas HAM Investigasi Kasus Pemukulan Wartawan oleh Oknum TNI AU

Redaksi Redaksi
Pekanbaru (riaueditor.com)- Komisi Nasional Hak Azasi Manusia ( Komnas HAM) melakukan pertemuan di kantor PWI Pekanbaru Sabtu malam (27/10). Pertemuan ini dalam rangka investigasi kasus kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan oleh Oknum Perwira TNI-AU saat jatuhnya pesawat tempur Hawk 200 di Siak Hulu, Kampar (16/10) lalu.

Pertemuan ini dihadiri Eko Dahana (Bagian Pelayanan dan Pengaduan Komnas HAM), Febriansyah (Peneliti Bidang Kekerasan Komnas HAM), Syahnan Rangkuti (PWI) dan puluhan wartawan dari berbagai media sebagai respon atas laporan yang disampaikan Ari (TV ONE), Robi (RTV), Bowo (Riau Chanel) serta Didik (RIAU POS) korban penganiayaan oknum TNI AU Letkol Robert Simanjuntak beserta anak buahnya. Selain itu, beberapa warga yang menjadi korban juga terlihat hadir memberikan keterangan dalam pertemuan tersebut.

"Aparat TNI selalu melakukan tindakan yang represif apabila ada kecelakaan pesawat dan kapal mereka, sementara yang kita lihat di buku putih Departemen Pertahanan, kita masyarakat boleh mengetahui berapa jumlah personil, jumlah alutsista, karena semuanya dibiayai dari uang masyarakat,” kata Eko Dahana.

“Minggu besok (28/10/2012), kita akan melakukan investigasi ke lapangan sambil melengkapi data dan mendengarkan keterangan saksi untuk laporan kita ke IrjenTNI AU," jelas Eko dalam pertemuan tersebut.

Pemukulan yang dilakukan Oknum TNI AU tersebut merupakan pelanggaran HAM. Dalam rekaman video terlihat Letkol Robert Simanjuntak menendang dan mencekik Didik (Fotografer Riau Pos) hingga tersungkur. Tak puas mencekik Perwira TNI AU tersebut juga memukuli Didik dan kameranya juga ikut di rampas. (dm)

 
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini