Asian Games 2018: Sosok Ini Bikin Atlet Angkat Besi Indonesia Nyaris Hilang Fokus saat Laga?

Redaksi Redaksi
Asian Games 2018: Sosok Ini Bikin Atlet Angkat Besi Indonesia Nyaris Hilang Fokus saat Laga?
© Annisa Hardjanti/INDOSPORT
Rahmat Erwin Abdullah, atlet angkat besi termuda di kelas 77 kg.

Atlet angkat besi muda Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah nyaris hilang fokus di arena ketika melakukan angkatan ketiga di kelas 77 kg. Ternyata, kehadiran sang ibu di tengah penonton yang membuatnya gemetar. 

Dirinya tak kuasa menahan air matanya ketika sang ibu ternyata turut hadir memberikan semangat untuk dirinya di ajang Asian Games 2018 pada Kamis (23/08/18) ini, di JIExpo Kemayoran, Jakarta. 

"Iya, sudah lama sekali tidak ketemu mama. Sudah dari sejak Lebaran, setelah itu sudah tidak ketemu mama. Langsung ke sini (pelatnas)," ungkap atlet kelahiran tahun 2000 tersebut. 

"Pas angkatan pertama lihat mama jadi semangat begitu. Tapi begitu angkatan ketiga, itu saya sudah mau nangis rasanya. Hampir gagal fokus, untuk berhasil itu.

Diminta Fokus oleh Sang Ibu

Semalam sebelumnya, Rahmat sendiri sudah diberitahu bahwa ibunya akan datang untuk menyaksikan dirinya berlaga dalam memperebutkan medali kemenangan di cabor angkat besi kelas 77 kg. 

"Mama bilang sebelum pertandingan itu saya mesti banyak-banyak istirahat. Tidak boleh banyak main handphone juga," ujar atlet kelahiran tahun 2000 tersebut. 

Dirinya juga turut mengaku bahwa kehadiran ibunya di antara para penonton tak hanya membuat dirinya semangat, namun juga menitikan air mata.

"Pas angkatan pertama lihat mama jadi semangat begitu. Tapi begitu angkatan ketiga, itu saya sudah mau nangis rasanya. Hampir gagal fokus, untung berhasil itu," ujar Rahmat. 

Sayang, Rahmat belum beruntung di Asian Games 2018 meski dirinya sempat memimpin klasemen Grup B kelas 77 kilogram. Berlaga di Hall A Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (23/08/18), pemuda berusia 17 tahun itu menorehkan raihan total angkatan 314 kg dengan snatch 142 kilogram dan clean and jerk 172 kilogram. Pada klasemen keseluruhan Rahmat hanya berada di peringkat kesebelas.

Medali emas berhasil didapatkan oleh Choe Jon Wi dari Korea Utara dengan total angkatan 348 kilogram, sedangkan Medali Perak diraih oleh Kim Woo Jae dari Korea Selatan. Medali perunggu sendiri mampu didapatkan oleh Chinnawong Chatupum, Thailand.

Meski gagal meraih emas, hasil ini menjadi pengalaman berharga untuk Rahmat mengingat perjalanan kariernya di olahraga cabang angkat besi masih panjang.

(indosport.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini