Agum Gumelar: Menpora Jangan Arogan!

Redaksi Redaksi
Agum Gumelar: Menpora Jangan Arogan!
foto: Antara
Agum Gumelar usai bertemu Jokowi
JAKARTA – Surat Keputusan (SK) pembekuan PSSI sampai saat ini belum juga dicabut. Ketua Dewan Kehormatan PSSI yang juga mantan Ketua Umum PSSI, Agum Gumelar pun menyarankan Menpora Imam Nahrawi untuk bersikap bijaksana.

Menurut Agum, Menpora sebaiknya segera mencabut SK pembekuan PSSI tersebut. Agum menilai kalau kini Menpora berhadapan dengan statuta FIFA.

"Berbeda dengan anggota lain yang tetap mematuhi statuta FIFA, tapi Indonesia tidak. Karena itu lah keluar sanksi. PSSI sendiri selama ini praktis tidak bisa berbuat apa-apa. Permasalahan yang ada bukan Menpora dengan PSSI, tapi Menpora dengan statuta FIFA," ujar Agum kepada Okezone lewat sambungan telefon, Jumat (26/6/2015).

"Pengurus PSSI yang sekarang juga sudah coba melunak. Mencoba tiga kali menghadap, tapi tidak diterima. Jadi, saya sendiri bingung soal siapa yang sebenarnya ngotot? PSSI selalu mengikuti saran Dewan Kehormatan dan bertekad memperbaiki," imbuhnya.

Agum juga mengkritik alasan Menpora yang berdalih tak bisa menghadiri pertemuan dadakan, karena kesibukan sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Ia membeberkan pengalamannya sebagai Menteri Perhubungan.

"Sementara di sisi lain, muncul alasan Menteri sangat sibuk, jadi setiap pertemuan harus terjadwal dengan jelas. Memang kemarin ada SEA Games, tapi saya ini bekas Menteri Perhubungan dan rasa-rasanya tidak sibuk seperti itu," lanjutnya.

Sebagai penutup, Agum memberikan saran kepada Menpora agar tidak semena-mena menggunakan jabatannya untuk berkuasa.

"Saya sebagai senior ingin memberi saran ke Menpora. Ini saran seorang kakak kepada adik. Kalau ada keinginan memperbaiki statuta FIFA, itu urusan kongres dan anggota, bukan Menteri," sambungnya.

"Peran pemerintah hanya memberdayakan, melayani, memfasilitasi, bukannya malah arogan dan sok berkuasa. Saya harap Menpora jangan bertindak dengan pendekatan kekuasaan. Dia mungkin berpikir punya kuasa, lalu ancam sana-sini. Itu sudah tidak cocok lagi dengan bangsa kita, zaman itu sudah lewat," tukasnya.

(fmh/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini