HUT Riau ke-68 di Inhu, UAS Beri Tausiyah, PT NHR dan Arkananta Wakafkan 1 Hektare Tanah

Redaksi Redaksi
HUT Riau ke-68 di Inhu, UAS Beri Tausiyah, PT NHR dan Arkananta Wakafkan 1 Hektare Tanah
Foto: Yud/RE

INHU, riaueditor.com - Kabupaten Indragiri Hulu pagi itu berdenyut dengan semangat yang berbeda. Langit Batang Gansal seakan menunduk, menyambut ribuan langkah yang mengarah ke Pondok Pesantren Nurul Azhar, Desa Seberida. Bendera-bendera berkibar, bukan sekadar kain, tapi simbol rasa syukur atas 68 tahun usia Provinsi Riau.

Di tengah samudra manusia, hadir seorang ulama yang suaranya kerap menggema di hati umat, Ustadz Prof H Abdul Somad, Lc. Ph.D. Tabligh akbar ini menjadi pusat denyut perayaan, mengikat ukhuwah dan menyalakan bara iman di dada para hadirin.

Hadir pula Gubernur Riau H. Abdul Wahid, M.Si., Bupati Inhu Ade Agus Hartanto, S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Ir. H. Hendrizal, M.Si., jajaran Forkopimda, serta para tokoh masyarakat.

Di hadapan mereka, panggung sederhana berubah menjadi saksi bisu sebuah peristiwa penting. PT Nikmat Halona Reksa (NHR) dan PT Arkananta Buana Cipta Agro menyerahkan sebidang tanah wakaf seluas 1 hektare, bukan sekadar hamparan tanah, tetapi ladang pahala yang akan tumbuh sepanjang zaman.

General Manager PT NHR Heppi Irwadi dan Mill Manager Wiwit W. Abto, bersama jajaran direksi kedua perusahaan, berdiri di atas panggung, menyerahkan simbol wakaf itu di tengah lantunan shalawat. Tanah ini kelak akan menjadi tempat bersemayamnya harapan, doa, dan amal bagi generasi mendatang.

Dalam sambutannya, Bupati Ade memuji kebersamaan yang tercipta, serta menegaskan komitmen membangun jalan alternatif untuk sektor pertambangan agar jalur pemerintah daerah tak lagi terbebani. Ia juga mengumumkan penyederhanaan seragam sekolah menjadi hanya dua jenis—Pramuka dan Merah Putih demi meringankan beban orang tua murid.

Gubernur Abdul Wahid mengajak semua pihak mempercepat pembangunan, memperkuat infrastruktur, dan mengurangi angka putus sekolah. Ia mengingatkan bahwa kemajuan sebuah daerah lahir dari kolaborasi dan tekad bersama.

Dan di puncak acara, suara Ustadz Abdul Somad memecah hening, meresap hingga ke relung hati. Beliau menyeru umat agar tak lupa bersyukur, menjaga persatuan, dan menabur amal di setiap langkah.

Di langit Batang Gansal, matahari sore menyinari wajah-wajah yang pulang membawa lebih dari sekadar kenangan mereka pulang membawa semangat, tekad, dan doa yang akan terus mengalir, seperti tanah wakaf yang kini menjadi milik umat. (Yudi)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini