Bakti Sosial PT Indrawan Perkasa, Salurkan Sembako di Desa Kuala Lemang

Redaksi Redaksi
Bakti Sosial PT Indrawan Perkasa, Salurkan Sembako di Desa Kuala Lemang
Foto: Yudi/RE

INHIL, riaueditor.com - Di sebuah balai sederhana di Desa Kuala Lemang, senyum mengembang di wajah warga yang telah akrab dengan kerja keras dan harapan. Hari itu, Senin, (4/8/2025), mereka tidak hanya menerima beras, mereka menerima bentuk kasih sayang yang jarang dituturkan, namun begitu terasa.

Sebanyak 100 warga Desa Kuala Lemang, Kecamatan Keritang, tampak berkumpul rapi. Di hadapan mereka, tak ada panggung mewah, hanya tumpukan karung beras dan sehelai spanduk bertuliskan “Bakti Sosial Berbagi Sembako PT Indrawan Perkasa”. Tapi maknanya dalam, sebuah perusahaan hadir bukan hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai tetangga, sahabat, dan bagian dari denyut kehidupan desa.

Adalah PT Indrawan Perkasa yang melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) hari itu menyerahkan bantuan sembako khususnya beras kepada masyarakat yang membutuhkan. Bukan bantuan yang dimediasi tangan tangan asing, tetapi langsung diserahkan oleh Rado Saragih, mewakili bagian HRD dan Legal perusahaan, atas arahan General Manager, Heppi Irwadi.

“Kami tidak hanya ingin membangun usaha, tapi juga membangun empati,” ujar Rado dengan senyum tulus, sambil menyerahkan beras ke tangan seorang ibu paruh baya yang memeluknya dengan mata berkaca-kaca.

Di antara keramaian, hadir pula Kepala Desa Kuala Lemang, Masbuhing, yang menyambut langsung rombongan dari perusahaan. Suaranya lirih, namun penuh syukur ketika menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.

“Bantuan ini bukan hanya soal beras. Ini adalah bentuk perhatian yang menyentuh batin kami. Terima kasih kepada PT Indrawan Perkasa yang sudah peduli,” ucapnya penuh haru.

Bagi sebagian orang, mungkin sekarung beras bukanlah hal yang besar. Namun di desa seperti Kuala Lemang, itu bisa berarti tambahan energi untuk bekerja, sedikit kelegaan di tengah harga kebutuhan yang terus merangkak naik, atau bahkan secercah harapan bahwa mereka tidak sendiri.

Kegiatan ini pun menjadi lebih dari sekadar formalitas perusahaan. Ia menjelma menjadi cerita kemanusiaan tentang tangan-tangan yang memberi, tentang wajah wajah yang menerima dengan penuh rasa syukur, dan tentang harapan yang terus tumbuh meski hidup tak selalu mudah.

Di akhir acara, tak ada sorakan, tak ada gemuruh tepuk tangan. Hanya senyum yang merekah, tawa anak-anak yang memeluk erat kantong beras. (Yudi)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini