Jelang Ramadhan, Harga Sembako Mulai Melambung

Redaksi Redaksi
Jelang Ramadhan, Harga Sembako Mulai Melambung
ram
Aktifitas jual beli pasar di Bagan Siapi-api
BAGANSIAPIAPI, riaueditor.com - Sepekan jelang mamasuki Bulan suci Ramadhan, sejumlah bahan pokok (Sembako) di Kabupaten Rokan Hilur (Rohil) mulai merangkak naik. Pasalnya kenaikan harga mulai dari Rp2 ribu hingga puluhan ribu untuk jenis kebutuhan pokok.

Pantauan wartawan dilapangan, didua pasar yang ada di Kota Bagansiapi-api yakni di pasar Datuk Rubiah dan Pasar Baru harga yang masih stabil seperti minyak goreng dan Beras. Sementara sebelumnya perkilo harga gula pasir Rp12 ribu dan harga terkini mejadi Rp14 ribu, untuk cabe merah sebelumnya Rp38 ribu kini menjadi Rp50 ribu perkilonya dan harga bawang merah sebelumnya Rp28 ribu menjadi Rp40 ribu perkilinya.

Untuk harga tomat awalnya Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu, cabe rawit Rp18 ribu menjadi Rp28 ribu perkilonya, kacang tanah Rp18 ribu menjadi Rp28 ribu, sedangkan ayam biasa Rp26 ribu perkilo kini sudah menjadi Rp35 ribu dan telur biasa perbutir Rp1 ribu, kini menjadi Rp1.200 perbutirnya.

Dikonfirmasi kepada salah satu pedagang pasar Datuk Ribiah, Eva (35) menjelaskan, kenaikan sebagian sembako tersebut sudah berkisar semingu yang lalu, namun yang cukup fantastisnya harga naik sekitar dua hari ini.

"Tidak heran jika menjelang Ramadhan sebagian harga sembako melambung. Kita sebagai pedagang hanya memgikuti harga dipasaran. Kebijakan itu bukan kita yang membuat, melainkan distributor pemasuk barang dagangan," ujar Eva.

Ditempat sama, Yati (43) salah satu irt menambahkan, memang sudah menjadi kebiasaan bila menjelang masuk Ramadhan hampir seluruh bahan pokok harganya beranjak naik, terlebihnya lagi bila memasuki Hari Raya Idul Fitri, harga semakin gila melambung tinggi.

"Kita meminta kepada Pemkab Rohil melalui instansi terkait untuk melakukan monitoring serta pengawasan terhadap lonjakan harga saat ini, terutama sekali memberikan tindakan tegas kepada oknum pengusaha yang ingin mengambil kesempatan dan meraup untung besar-besaran. Kita ini lagi susah, jadi janganlah ditambah susah," pinta Yati.(ram)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini