FPI Pelalawan Tegur Saimen Bakery and Café

Redaksi Redaksi
FPI Pelalawan Tegur Saimen Bakery and Café
zul/riaueditor.com
FPI Pelalawan Tegur Saimen Bakery and Café
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Dianggap tak menghormati kesucian Ramadhan dan tidak menghargai ummat Islam yang sedang berpuasa, sejumlah pengurus Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Pelalawan akhirnya mendatangi Saimen Bakery and Café di Jalan Maharaja Indra (Jalan Lintas Timur,red) Pangkalan Kerinci. Bahkan, suara musik keras dari lantai II tempat usaha tersebut juga dihentikan karena dinilai mengganggu ummat yang sedang melaksanakan ibadah qiamullail.

Kehadiran pengurus FPI Pelalawan ini untuk mengingatkan pemiliknya tidak membuka usaha di siang hari Ramadhan, kecuali pada waktu yang telah ditentukan.

"FPI Pelalawan minta dengan hormat agar menutup aktifitas restoran selama bulan Ramadhan dan diizinkan buka setelah lewat jam 15.00 WIB sore. Permintaan himbauan di sampaikan langsung ke manejer Saimen ibu Amaiy," jelas Ketua Tanfidzi DPW FPI Pelalawan Ir H Syaugi Shahab, Ahad (12/6) sambil menyebutkan pengurus yang mendatangi langsung Saimen yakni Ustadz Rozi Dana bersama beberapa pengurus lainnya, setelah shalat tarawih, Jumat (10/6) malam kemaren.

Dari hasil pertemuan itu, sambung pria yang akrab disapa Habib Syaugi ini, owner Saimen Bakery and Café secara umum mereka mau bekerja sama.

"Dan kita minta, baru buka setelah jam 15.00 WIB dan juga agar ditutup dengan tirai untuk tidak vulgar serta tidak ada tulisan buka di pintu," paparnya.

Ternyata pemilik usaha kue dan roti juga sempat komplin. "Mereka bilang mereka baru buka setelah puasa ketiga dan hanya melayani untuk di bawa pulang tidak makan di tempat. Ownernya membandingkan dangan Van Holand. Buka dari jam, 09.00 WIB malah katanya, kok tidak ditegur," beber Habib Syaugi sambil menyebutkan setelah diberikan
penjelasan bahwa beda Saimen rumah makan dengan Holand yang hanya melayani penjualan dan tidak ada fasilitas untuk makan di tempat.
 
"Dan Pak Rozi juga menyetop musik yang keras dihidupkan di lantai 2 saat malam bulan suci Ramadhan," imbuhnya.
 
Masih menurutnya, FPI juga menjelaskan ke owner Saimen Bakery and Café, yang menjadi perhatian bagi FPI bukan hanya makan minumnya.

"Karena tidak mungkin kita melarang orang yang tidak puasa untuk makan dan minum tetapi kesan vulgarnya yang dari luar nampak oleh masyarakat seakan-akan tidak menghargai dan terkesan menyepelekan umat muslim yang sedang berpuasa di bulan suci Ramadhan ini," ungkapnya.

"Tampaknya mereka mengerti dan mau bekerja sama. Dan FPI akan lakukan monitoring ke  tempat lain terutama di pinggir jalan, juga KFC serta rumah dan warung makan lainnya. Kita datangi dan peringatkan baik-baik bahkan dikasih selebaran himbauan sekalian. Kalau tetap membandel ya lihat sajalah nanti," tutupnya.(zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini