Syukuran Pembangunan Kembali Istana Sayap Pelalawan

Redaksi Redaksi
Syukuran Pembangunan Kembali Istana Sayap Pelalawan
zul/riaueditor.com
Syukuran Pembangunan Kembali Istana Sayap Pelalawan.
PELALAWAN, riaueditor.com- Pembangunan kembali Istana Sayap yang mengalami musibah kebakaran pada 19 Februari 2012 lalu, digelar syukuran sekaligus pemancangan tiang utama pembangunan Istana Sayap yang dianggarkan sebesar Rp 13,56 miliar di Kelurahan Pelalawan Kecamatan Pelalawan.


Acara syukuran dihadiri Sultan Pelalawan Assyyidus Syarif Sultan HT Kamaruddin Haroen, Bupati Pelalawan HM Harris selaku Datuk Setia Amanah Panji Payung Negeri, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Melayu (LKAM) Pelalawan Ir HT Edy Sabli, pemuka masyarakat, Batin dan Penghulu adat. Tak ketinggalan Mantan Bupati Pelalawan HT Azmun Jaafar SH, dan sejumlah Forkopimda, Kadis, Kaban, Kabag, Kakan dilingkungan Pemkab Pelalawan serta tamu undangan.

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Melayu (LKAM) Pelalawan, Ir HT Edy Sabli M.Si menyambut bahagia pembangunan kembali Istana Sayap yang merupakan lambang kebesaran Adat Pelalawan.

"Alhamdulillah pembangunan kembali Istana Sayap Kabupaten Pelalawan akan segera dimulai. Pada hari ini kita melakukan syukuran dengan maksud dan tujuan bermohon kepada Allah SWT kiranya dalam proses pembangunan kembali Istana Sayap ini berjalan lancar tanpa kendala apapun," ucapnya.

Menurut Edy Sabli, Istana Sayap melambangkan kebesaran adat istiadat dan kebudayaan Pelalawan yang harus terus dilestarikan. Adat Pelalawan syarat dengan ketatanan dan kepatuhan dalam menjalankan syariat Islam. Karena adat melayu berssndi syara` dan syara` bersendikan Kitabullah.

"Kita berharap Istana Sayap ini menjadi pusat pengembangan adat dan budaya yang bernuansa Islami. Jauhkan syirik, khurofat dan mistik yang bisa merusak nilai dan kerapuhan iman," ucapnya.

Sementara itu, Sultan Pelalawan Assayyidus Syarif HT Kamaruddin Haroen dalam sambutannya mengisahkan awal pembangunan Istana Sayap. Istana Sayap merupakan keluhuran budaya Kabupaten Pelalawan.

"Istana harus betul-betul dijaga sehingga kejadian kebakaran yang mengahanguskan Istana Sayap beserta isinya pada 19 Februari 2012 lalu tidak terulang lagi dimasa yang akan datang. Jadikan Istana sayap sebagai pusat pengembangan adat-istiadat dan budaya. Karena adat takkan lapuk oleh hujan dan tak lekang oleh panas.

Bupati Pelalawan HM Harris selaku Datuk Setia Amanah dalam sambutannya menyatakan bahwa pembangunan kembali  Istana Sayap merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan dalam melestarikan ikon wisata budaya yang syarat dengan wajah Pelalawan.

"Diharapkan bangunan Istana Sayap ini akan berdiri megah dan mewah. Semua masyarakat di Kecamatan Pelalawan bertanggungjawab memelihara Istana Sayap ini nantinya. Istana Sayap merupakan simbol kebesaran Pelalawan sebagai pusat sentra adat istiadat dan kebudayaan kejayaan Pelalawan," ungkapnya.

Dikatakan Bupati, sesuai visi dan misi menciptakan masyarakat adil dan sejahtera dan berbudaya melayu, senantiasa memberikan perhatian penuh kepada perkembangan adat istiadat dan budaya Pelalawan.

"Adat merupakan jati diri para pemuka, batin, penghulu serta masyarakat hendaknya dapat menumbuhkan dan melestarikan Budaya yang menjadi panji dan sendi kehidupan masyarakat," tutupnya.

Usai syukuran dilakukan pemancangan tiang utama bangunan Istana Sayap.
Pembangunan kembali Istana Sayap Pelalawan senilai Rp 13,56 miliar dibangun oleh PT Spectratama Perkasa, merupakan perusahaan dari Jakarta masa kerja 480 hari. Anggaran pembangunan berasal dari APBD Pelalawan Tahun Anggaran 2014, 2015 dan 2016. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini