MKP Kunjungi Danau Tajwid Langgam, Bupati Harris Berharap Angkat Ekonomi Masyarakat

Redaksi Redaksi
MKP Kunjungi Danau Tajwid Langgam, Bupati Harris Berharap Angkat Ekonomi Masyarakat
zul/riaueditor.com
MKP Kunjungi Danau Tajwid Langgam, Bupati Harris Berharap Angkat Ekonomi Masyarakat.
PELALAWAN, riaueditor.com - Bupati Pelalawan HM Harris menyambut baik kedatangan Rombongan Majelis Kemajuan Pelalawan (MKP) Pelalawan di Kecamatan Langgam, Sabtu (31/10/2015). Agenda kunjungan MKP ini mengenai Langgam Power, Tekhnopolitan dan Danau Tajwid.

Bupati Pelalawan kepada rombongan MKP menyampaikan masyarakat Adat Langgam menyerahkan Pengelolaan `Danau Tajwid` kepada Pemkab Pelalawan untuk mengangkat nilai tambah milik adat itu dengan berbagai potensi yang tersimpan didalamnya. Nilai tambah dalam hal ekonomi pendapatan dan kemajuan masyarakat adat setelah pengelolaanya diberikan kepada Pemerintah.

Dijelaskan Harris, dengan 7 programnya dan salah satunya Pelalawan Eksotis, pembaharuan menuju kemandirian masyarakat dan pemkab Pelalawan memasukkan Destinasi `Danau Tajwid` sebagai objek wisata pendukung wisata Bono Kabupaten Pelalawan. Danau Tajwid harus dikelola untuk menambah nilai tambah bagi masyarakat adat dan menjadi destinasi wisata Kabupaten Pelalawan dan berbagai potensinya di kelola Pemkab Pelalawan. Dari hanya tempat mencari ikan menjadi tempat wisata, tempat pelestarian alam dan ikan, tempat pendidikan olahraga dan permainan, tempat penginapan. Memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat adat yang nantinya ikut berusaha di lokasi danau tajwid.

Dikatakan Bupati, berbagai potensi Danau Tajwid akan terangkat nilainya, menjadikan nilai tambah bagi masyarakat adat dan nilai tambah bagi masyarakat Kabupaten Pelalawan, bagi Provinsi Riau dan bagi Indonesia menghadapi persaingan antar negara yang terjadi saat ini.

"Danau Tajwid menjadi destinasi wisata yang sangat penting dan sangat menentukan. Pendukung bagi wisata bono karena kehadiran bono tidak setiap saat ada. Danau Tajwid menjadi lokasi yang menarik dan menyenangkan, berbagai keindahan alam dan penuh potensi yang mengundang wisatawan memberikan nilai tambah," ucapnya.

Masterplan Danau Tajwid akan dikembangkan dengan membuat zona-zona, namun tanpa merusak keaslian lingkungan danau. Zona Botanikal (tanam-tanaman pertanian), Zona Perikanan (Konservasi Perikanan Air Tawar), Zona Kehutanan (Keasrian Hutan Alam dan kearifan lokalnya), Zona Edukatif (Kepentingan Pendidikan).  Danau Tajwid  yang mempunyai Pulau Tengah sekitar 20 hektar, rencananya jalur "jogging track"  dan olahraga. Begitu juga olahraga air dengan berbagai permainan wisata air tawar. Jadi para pengunjung saat menuju lokasi danau Tajwid menggunakan angkutan sepeda yang disewakan oleh penduduk setempat atau kereta listrik atau berjalan kaki. Sehingga dengan begitu, lokasi tersebut jadi jauh dari hingar-bingar kendaraan.

Sepanjang jalur jogging track berbagai tanaman buah-buahan lokal. Dan disekitar danau Tajwid, dirancang home stay dan wisata kuliner lokal ditambah gazebo-gazebo atau pondok-pondok di pinggiran danau. Di Pulau Tengah yang di kelilingi danau terdapat rumah rumah pohon tempat menginap para wisatawan. Rumah pohon merupakan penginapan di atas dahan dahan kayu yang disambungkan antara pohon yang satu ke pohon yang lainnya. 

Keaslian hutan alam dan kebersahabatan alam, kearifan alam menjadi daya tarik tersendiri wisata rumah pohon. Di Pulau Tengah terasa seperti di hutan alam tropis asli yang suara alamnya hanya ada Pulau Tengah Danau Tajwid. Berbagai jenis ikan air tawar dan adanya ikan Arwana (kayangan) di danau tajwid sangat membuat decak kagum bagi para pengunjung yang datang. Ternyata keaslian alam dan kelestarian alam terlihat di danau tajwid.

Kekayaannya ikan air tawar di lokasi danau tajwid seperti menyaksikan ikan-ikan di kolam peliharaan. Menabur makanan ikan ke danau menjadi keasikan tersendiri bagi para pengunjung ke danau tajwid.

"Ikan ikan air tawar sungai Kampar di danau Tajwid saat ini bukan untuk ditangkap tetapi dilestarikan".

Potensi listrik dari PLTMG Langgam Power yang berdekatan dengan lokasi danau tajwid memungkinkan danau tajwid akan segera teraliri listrik, menjadi hutan yang terang benderang saat malam hari. Pohon-pohon hutan alam akan dipasang lampu penerangan dan berbagai permainan wisata. Dengan listrik dari Langgam Power dipastikan segera mengangkat nilai tambah danau tajwid sebagai lokasi wisata alam dan pengembangan potensi yang ada didalamnya, terang HM Harris. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini