Listrik Padam, Pembukaan Lasernas Tetap Sukses

Redaksi Redaksi
Listrik Padam, Pembukaan Lasernas Tetap Sukses
SIAK, riaueditor.com- Bertempat di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak Jalan Hang Tuah, Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak, Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M.Si membuka Lawatan Sejarah Nasional (Lasernas) XXI. Meski PLN melakukan pemadaman, acara pembukaan berjalan sukses.

Pantauan wartawan, akibat pemadaman tersebut, panitia sempat kebingungan melihat sejumlah tamu dan peserta yang kegerahan.

Dalam acara pembukaan tersebut, turut hadir Wakil Bupati Siak Drs. H. Alfredi, M. Si, Sekda Siak Drs. H. Tengku Said Hamzah, M. Si, Direktur
Jenderal Kebudayaan Kacung Marijan, Direktur Sejarah dan Nilai Budaya Endjat Djaenuderajat beserta Muspida Kabupaten Siak.

Acara Lasernas kali ini menyongsong tema Budaya Melayu Pemersatu Bangsa yang diikuti 270 peserta. Adapun para peserta terdiri 200
peserta dari luar provinsi Riau, seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi dan 70 peserta dari provinsi Riau.

Peserta diambil dari siswa SMA yang dipilih yang ditetapkan dari hasil Lawatan Sejarah Daerah (LASERDA) yang dilaksanakan oleh 11 Balai
Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Guru sejarah tingkat SMA, instansi terkait dan lembaga swadaya masyatakat, pengampu kepentinggan di
bidang sejarah,beberapa narasumber, wartawan media nasional dan juga beberapa peserta lokal dari Riau.

Sekapur sirih yang disampaikan Bupati, Lasernas ini bertujuan memberikan bentuk metode pembelajaran yang baru dalam mempelajari
sejarah yang menarik dan tidak membosankan. Selain itu juga untuk memahami nilai nilai kepahlawanan dan arti perjuangan,

Lasernas juga sebagai salah satu cara perkenalan terhadap peninggalan objek-objek bersejarah dan mengenalnya lebih dekat lagi warisan budaya
guna menumbuhkan sikap gemar melestarikan ,melindungi dan memelihara peninggalan sejarah dan tradisi.

"Kalau kita sudah mengenal sejarah, maka kita akan bisa mencintai dan berusaha menjaga kelestarian dari sejarah rersebut," kata Bupati Siak,
Syamsuar.

Bupati menambahkan, Siak sendiri adalah daerah yang sesuai untuk mengadakan lawatan sejarah ini, karena di Siak sendiri masih banyak
peninggalan-peninggalan sejarah yang sangat menarik untuk dipelajari. Siak memiliki peninggalan sejarah yang sudah sangat dikenal, yakni
kerajaan Siak.

Para peserta nantinya juga dijadwalkan berkunjung ke Istana Siak, Balai Kerapatan, Makam Raja Kecik (Raja pertama di Siak), Makam Sultan
Syarif Kasim II, Tangsi Belanda, Makam Sultan Siak IV, Masjid Lama Kota Pekanbaru dan museum provinsi Riau.(adi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini