Kunjungi Desa Buluh Cina, Khairuddin Siregar Prihatin Lomba Perahu Naga Tak Digelar Lagi

Redaksi Redaksi
Kunjungi Desa Buluh Cina, Khairuddin Siregar Prihatin Lomba Perahu Naga Tak Digelar Lagi
sy/riaueditor.com
Khairuddin Siregar bersama Kepala Desa Buluh Cina Muhammad Ralis dan beberapa Kades Lainnya meninjau Perahu Naga kondisinya kini banyak yang rusak tak terawat terparkir di bawah balai adat Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Jumat (2/9)
SIAK HULU, riaueditor.com - Masih terngiang dibenak kita ivent tahunan pacu Perahu Naga di Desa Wisata Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu. Ya, ivent tahunan ini kini tinggal kenangan, sebab ivent yang digelar setiap momen hari kemerdekaan RI itu tak pernah digelar lagi sejak tahun 2009 lalu.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Buluh Cina Muhammad Ralis kepada wartawan, Jumat (2/9) saat menerima kunjungan tokoh masyarakat Kampar, H Khairuddin Siregar ke Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu.

Menurut Ralis, ivent wisata yang dulu pernah masuk kalender wisata  Kabupaten Kampar ini tak digelar lagi sejak 2009 silam karena tidak adanya biaya penyelenggaraan. Hal ini juga disebabkan tidak adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kampar maupun dukungan dari masyarakat. Sehingga ivent ini hampir hilang dari ingatan masyarakat Kabupaten Kampar. Padahal dahulu mampu menarik animo masyarakat menyaksikan lomba perahu naga ini.

“Salah satu alasan mengapa Desa kami ini (Buluh Cina, red) disebut Desa Wisata adalah karena adanya ivent tahunan lomba pacu Perahu Naga ini. Tapi sekarang ivent itu sudah tak pernah digelar lagi, tentunya citra desa kami sebagai desa wisata sudah sedikit luntur,” beber Ralis.

Khairuddin Siregar selaku tokoh masyarakat Kabupaten Kampar merasa prihatin dengan kondisi tersebut, Ia menilai bahwa sektor pariwisata mesti digenjot untuk menyiasati pemotongan sejumlah dana dari Pemerintah Pusat.

“Kita mestinya tetap menjaga pergelaran pacu Perahu Naga di Desa Wisata Buluh Cina ini. Ivent ini merupakan salah satu ivent wisata yang paling ditunggu oleh masyarakat sebelum ivent ini hilang dari kalender pariwisata Kabupaten Kampar,” Ucapnya.

Sebagai masyarakat, Khairuddin Siregar menghimbau semua pihak baik pemerintah, DPRD serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama berupaya agar ivent semacam ini tetap bisa diselenggarakan sebagai upaya menghidupkan ivent pariwisata tahunan di Kabupaten Kampar agar sektor pariwisata tetap terus menggeliat terkhusus  di Desa Buluh Cina dan secara umum di Kabupaten Kampar.

“Saya siap mendukung secara moril dan materil ivent ini, kita hidupkan kembali, Karena semua pihak termasuk saya harus berkontribusi dalam mendongkrak sektor pariwisata Kampar  semampu kita agar tetap menggeliat”, tegas Khairuddin.(sy)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini