Gubri: Siak Layak Jadi Pusat Kebudayaan Melayu

Redaksi Redaksi
Gubri: Siak Layak Jadi Pusat Kebudayaan Melayu
Humas Siak
SIAK, riaueditor.com- Kabupaten Siak layak menjadi pusat kebudayaan Melayu di Provinsi Riau. Kenapa demikian, karena Siak dahulunya merupakam kerajaan besar di negeri ini, dan nama Siak sudah ternama baik Nasional maupun Internasional, kata Gubernur Riau H Annas Maamun Kamis (6/3) di gedung Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Siak pada acara syukuran tepuk tepung tawar dengan dilantiknya H Annas Maamun sebagai gubernur Riau periode 2014-2019. 

Hadir pada kesempatan itu Bupati Siak Drs H Syamsuar, M.Si, Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri, M.Si, Kajari Siak Zainul Arifin, SH,MH, anggota DPR RI Drs H Wan Abubakar, M.Si, para Camat se Kabupaten Siak, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Siak, Hj Misnarni Syamsuar serta seribuan undangan dari berbagai elemen.

Annas mengatakan bahwa Kabupaten Siak semasa kerajaan, cakupan kekuasaannya sangat luas. Beberapa nama Sultan Siak saat ini dikenang dan dijadikan nama jalan, nama lapangan terbang seperti di Pekanbaru dan rumah Ibadah di Siak.

Dengan nama yang besar ini, tambah Annas, maka Siak sangat layak dan pantas untuk dijadikan sebagai pusat budaya Melayu di Provinsi Riau, apalagi Siak masih memiliki kekuatan budaya yang sangat terekat kuat, oleh karenanya diminta kepada pengurus Lembaga Adat Melayu Siak, agar terus memberdayakan budaya-budaya Melayu yang telah ada.

"Saya tidak ingin budaya-budaya yang sudah ada di Siak ini, atau tradisi-tradisi orang Melayu hilang ditelan zaman. Jadi apa yang sudah ditinggalkan oleh nenek moyang kita dahulu, dan apa yang sudah ada pada zaman Kesultanan Siak tempo dulu harus dibangkitkan lagi, sehingga para anak cucu kita akan tahu tentang budaya-budaya yang kita miliki," tukas Annas.

Karena itu, lanjutnya, Lembaga Adat Melayu harus memberikan penataran kepada generasi muda kita, terutama kepada para pelajar, "berikan mereka tata krama yang baik seperti yang sudah kita laksanakaan dalam kehidupan sehari-hari, dan landasi mereka dengan akhlak dan nilai-nilai agama yang baik," tutur Gubri.

Tak hanya itu, kata Gubri, tradisi Melayu seperti antar tepak yang dilaksanakan pada acara pernikahan, pantun, tari persembahan, zapin dan berbagai tradisi budaya melayu lainnya, hendaknya jangan pudar dan hilang ditelan zaman di Bumi Melayu ini. Oleh sebab itu, budaya-budaya seperti diatas, harus terus dilestarikan, "jangan sampai hilang dan menjadi batang terendam. Alangkah eloknya budaya-budaya Melayu yang sudah ada dinegri ini, kita bangkitkan dan dilestarikan ditengah-tengah masyarakat," tandasnya.(adi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini