Nostalgia Ahmad Fikri Bersama Pedagang Pasar

Redaksi Redaksi
Nostalgia Ahmad Fikri Bersama Pedagang Pasar
Hasbi/riaueditor.com
Ahmad Fikri Temui Pedagang Pasar
BANGKINANG(riaueditor.com)- Inilah gaya Ahmad Fikri. Mudah tersenyum, ramah dan banyak masyarakat yang mengenalinya. Tidak hanya kalangan pejabat tinggi, pedagang pasar saja justru banyak mengenal namanya. Mengapa tidak, pria yang dikenal dengan panggilan, Ongah ini sering kali turun kelapangan menemui masyarakat secara langsung.

Tidak hanya lapak-lapak pedagang yang dihampiri warung kopi juga disinggahinya. Tujuannya tidak lain adalah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Lebih mengesankan lagi, ditengah kunjungannya ia kadang kala, Ongah kerap kali bertemu dengan sahabat-sahabat lamanya.

Termasuk, Erniana (39) seorang pedagang ikan teri yang diakuinya sebagai teman sekolah semasa dulu kala.``Saya bahagia bisa mendengar langsung keluhan masyarakat, terutama pedagang kecil. Apalagi, ada beberapa diantara mereka teman sekolah saya tempo dulu,``ujarnya sembari mengenang masa lalu.``Ongah mau mengunjungi pedagang kecil. Bahkan ia datang sendiri saja tanpa ditemani ajudan sekalipun. Padahal dia pejabat,``suara pedagang.

Sebagai pejabat yang baru dilantik sebagai Ketua DPRD Kampar, Ongah menilai bahwa jabatan itu hanyalah amanah. Tujuannya apa yang dilakukan untuk rakyat dan sudah menjadi kewajibannya sebagai pejabat.``Ini amanah dan jabatan ini titipan yang harus kita jalankan sesuai dengan fungsinya,``tegas Fikri.

Disebuah warung kopi, tidak jauh dari kerumunan pedagang pasar, terlihat dua warga, Nur Adlin dan Taufik. Sejaka awal keduanya memang sudah mengamati gerak-gerik, Ongah. Keduanya hanya terpingkal-pingkal tertawa ketika ditanyakan soal sosok, Ongah.

``Ongah itu pejabat, tapi dia mau ngopi sama warga pasar. Mendengarkan keluhan masyarakat kecil seperti kami ini. Ditambah lagi dia sosok pria yang suka bersenda gurau,``kata Taufik tertawa.

Uniknya lagi kedua warga pasar ini sempat membocorkan bahwa, Ongah punyak kebiasaan saat turun kelapangan. Ia tidak segan-segan membantu pedagang menimbang barang saat pembeli ramai datang. Layaknya seperti orang berjualan di pasar.


Blusukan Fikri di Pasar Bangkinang


Ahmad Fikri menyampaikan bahwa dari apa yang diterimanya saat menyambangi para pedagang di dalam Plaza Bangkinang yaitu mereka sepakat satu bahasa untuk pedagang yang berada diluar agar ditertibkan untuk masuk kedalam.

"Mereka satu bahasa untuk pedagang diluar agar masuk kedalam pasar supaya ramai. Kalau diluar masih belum masuk sedangkan tempat masih kosong tentu tidak ramai jual beli," tegasnya.

Menurutnya, selain persoalan itu juga pedagang diluar meminta solusi kepada pihak investor agar dibuat eskalator atau jembatan supaya lebih mudah mereka membawa naik barang jualannya karena kebanyakan yang berjualan ini sudah tua-tua jadi sangat susah mereka naik keatas mengunakan tangga yang ada.

"Biar mereka mudah naik ke atas, jadi perlu jalan dan solusi bagaimana bisa direalisasikan oleh pihak pengelola Plaza Bangkinang, agar Plaza Bangkinang bisa ramai seperti apa yang kita harapkan," imbuh Fikri yang juga Ketua DPD II Partai GOLKAR Kabupaten Kampar.

Ia mengharapkan kepada pihak investor dan pengelola Plaza Bangkinang dapat menyikapi aspirasi dari para pedagang yang berada diluar dengan disikapi secepatnya.

"Sederhana saja aspirasi mereka, dan itu betul-betul aspirasi para pedagang, kalau kita sama-sama ingin memajukan Plaza Bangkinang, percuma saja dibangun tapi tidak seperti apa yang kita harapkan," harapnya.

Mantan Ketua DPD KNPI Kampar ini juga mengharapkan kepada pemerintah agar menertibkan pedagang yang masih berada diluar tapi perlu ditindaklanjuti aspirasi para pedagang oleh pihak investor melalui pemerintah.

"Orang pasar minta ada jalan untuk naik keatas dan dibikin jembatan, karena yang berjualan sudah tua yang dijual pun sayuran dan kelapa," sebutnya.

Apabila naik tangga, tentu dimaklumi dengan usia yang sudah lanjut naik tangga yang ada tentu susah. Belum lagi dagangan mereka tidak laku.


Perlu dicarikan solusi bagaimana, untuk memudahkan naik tangga. Harus segera direalisasikan, itulah aspirasi yang diterima secara langsung dari para pedagang baik didalam maupun diluar.(bi/bm)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini