Anies Baswedan: Jangan Pernah Tinggalkan Akal Sehat

Redaksi Redaksi
Anies Baswedan: Jangan Pernah Tinggalkan Akal Sehat
riaueditor.com/har

PEKANBARU, riaueditor.com - Di hadapan kader partai dan simpatisan di Pekanbaru, bakal calon Presiden Indonesia, Anies Baswedan menekankan agar dalam membuat kebijakan dan keputusan, jangan pernah meninggalkan akal sehat.

Menurut Anies, ada tiga hal penting yang harus dilakukan dalam membuat kebijakan dan keputusan. Pertama sekali menggunakan seluruh ketentuan dan perundang-undangan. Kedua yakni pertimbangan kepentingan publik, dan ketiga adalah menggunakan akal sehat.

"Ketiga itu dipakai, jangan pernah tinggalkan akal sehat," kata Anies dalam rangkaian safari politiknya di Wareh Kupie Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, Senin (5/12/2022) sore.

Anies yang didampingi Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, anggota DPD RI Instiawati Ayus, mantan Bupati Inhu Yopi Arianto dan pengurus DPP ini mencontohkan kebijakan penetapan Upah Minimum Provinsi di DKI Jakarta baru-baru ini. Sesuai peraturan, kenaikannya hanya berkisar Rp30 ribu. Jumlah ini berbeda jauh dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp300 ribu.

"Kita gunakan perundang-undangan, DKI sebagai daerah khusus, kenaikan UMP bisa disamakan dengan tahun sebelumnya," tutur mantan Gubernur DKI ini.

Meski banyak protes bahkan di-PTUNkan, kebijakan ini tetap dijalankan dan akhirnya mendapat persetujuan pemerintah pusat.

Anies juga mnyinggung wilayah Kepulauan seribu yang selama beberapa dekade tidak pernah menjadi prioritas.

"Jakarta salah satu kota yang memiliki kepulauan, yakni pulau seribu yang selama beberapa dekade tidak pernah menjadi prioritas, lima tahun terakhir anda boleh cek, biaya hidup, kebutuhan pokok, sama dengan di daratan, kenapa? karena pasar induk Keramat Jati kita pindahkan dengan membuat namanya Jak Grosir, semua warung-warung di Kepulauan Seribu tidak perlu belanja ke daratan Jakarta, cukup di satu pulau dengan harga yang sangat murah," jelasnya.

Anies Baswedan mengungkapkan kebijakan dalam bidang transportasi umum yang terintegrasi dalam satu kartu.

Untuk transportasi masyarakat Kepulauan Seribu yang selama ini berbiaya mahal Pemprov DKI Jakarta memberikan kartu yang bisa digunakan untuk kapal, bus, kereta api dan angkot.

"Mendadak biaya hidup mereka turun, kita tidak bahas status wilayah Kepulauan Seribu dari wilayah administrasi jadi otonom, jadi isi kebijakannya yang diubah," ucapnya.

Terobosan ini dinilai berhasil meringankan dan memudahkan masyarakat DKI Jakarta khususnya Kepulauan Seribu.

Meski begitu, dalam setiap pengambilan kebijakan dalam menyelesaikan masalah, Anies Rasyid Baswedan ingin diselesaikan secara bersama. Anies tak ingin terpretensi dan dianggap orang yang mengerti seluruh masalah.

Di DKI, Anies selalu mengajak pihak-pihak yang relevan untuk menyelesaikan masalah bersama.

"Saya tidak meminta anda menyukai saya, tapi saya minta membantu membangun Jakarta," tuturnya lagi.

Anies ingin seluruh wilayah mendapatkan kesempatan yang sama untuk membangun dan adanya kesetaraan.Terkait Pilpres 2024, Anies Baswedan mengungkapkan bahwa yang menjadi penentu bukanlah suara dari pulau Jawa, tetapi suara dari seluruh Indonesia, termasuk Riau.

Menyinggung adanya potensi kecurangan dalam Pilpres mendatang, Anies meminta agar sama-sama menjaga agar kecurangan tak terjadi, khususnya lagi bagi para relawan Anies, tandasnya.(har/ndi)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini