Tuding Wartawan Salah Tulis, Ketua Panwaslu Minta Maaf

Redaksi Redaksi
SELATPANJANG, riaueditor.com– Sejumlah masyarakat Tebing Tinggi dan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, mendatangi Kantor Panwaslu Kabupaten Kepulauan Meranti. Mereka menanyakan kinerja Panwaslu terkait adanya Caleg yang melakukan money politik serta pelanggaran beberapa waktu lalu.

Seperti halnya yang dilaporkan SUparlan terhadap Caleg Hanura nomor empat Dapil tiga Kepulauan Meranti. Setelah Suparlan melaporkan Caleg tersebut sampai ke Panwaslu Kabupaten, hingga saat ini tak terdengar tindaklanjutnya.

"Hal ini tentu saja menjadi pertanyaan bagi masyarakat, kenapa laporan ini tidak ada kejelasannya," tutur warga Batang Malas ini.

Tarmidzi, salah seorang warga Tebing Tinggi Barat warga yang turut dalam aksi di Kantor Panwaslu tersebut, kepada riaueditor.com mengatakan, dirinya merasa heran dengan sikap Panwaslu yang tidak kunjung menanggapi pengaduan masyarakat yang dalam laporannya turut menyertakan barang bukti serta dilengkapi saksi-saksi yang melihat tim sukses caleg tersebut memagi-bagikan uang kepada warga.

"Sebagai masyarakat saya sangat kecewa dengan Panwaslu yang tidak menindaklanjuti laporan ini. Dengan barang bukti dan saksi yang ada, harusnya cukup untuk menjerat yang bersangkutan untuk dihukum karena telah melakukan pelanggaran," ujar Tarmidzi.

Tarmidzi juga menyayangkan sikap Ketua Panwaslu Meranti yang mengeluarkan statemen di salah satu media online, bahwa laporan Suparlan tersebut tidak formal dan tanpa barang bukti yang cukup. Ketua Panwaslu Meranti juga menyebutkan bahwa laporan tersebut dari orang-orang Caleg yang kalah.

"Semua laporan pelanggaran Caleg ini murni dari masyarakat, tidak ada kepentingan pihak-pihak mana pun," tegas Tarmidzi.

Sementara, Imam Bashori, Panwaslu Kepulauan Meranti beserta beberapa anggota, kepada wartawan memaparkan bahwa semua laporan yang diajukan Suparlan bberapa waktu lalu dianggap selesai. Dipaparkannya, Pemberian uang tersebut dari Salimin kepada Suparlan sebagai upah karena telah membantu menanggalkan baliho, bukanlah untuk money politik.

"Saya juga minta maaf kepada Caleg yang kalah, yang mana statemen saya di salah satu media yang menyatakan  bahwa masyarakat yang melapor di belakangnya pasti ada Caleg yang tak terpilih. Ini mungkin salah wartawan yang menulis. Sekali lagi saya minta maaf jika menyinggung," kata Imam.(jai)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini