Tolak Perda Syariah dan Injil, Andi Arief: PSI Beri Ruang Tumbuhnya Islamofobia

Redaksi Redaksi
Tolak Perda Syariah dan Injil, Andi Arief: PSI Beri Ruang Tumbuhnya Islamofobia
(doc. Net)
Pengurus PSI

JAKARTA - Wasekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief mengkritik sikap partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang secara terang-terangan menolak Perda Syariah dan Perda Injil. Menurut Andi, sikap PSI sebagai upaya untuk memberikan ruang kepada paham islamphobia atau rasa takut terhadap Islam dan pemeluknya.

"PSI kelihatannya dibentuk untuk Islamophobia mendapat gelanggang, juga tidak serius duduk di Parlemen," tulis Andi di akun Twitternya, @AndiArief_, Selasa (13/11/2018).

Selain bentuk islamofobia, sikap menolak Perda Syariah juga disebut Andi sebagai bentuk frustasi partai terhadap kenyataan. Dengan menolak Perda Syariah, Andi menduga tujuan PSI adalah untuk meraih target minimum yakni mengincar kursi di DPRD kabupaten dan provinsi.

"Target minimumnya duduk di DPRD kabupaten dan provinsi. Cukup realistis, tidak besar pasak dari tiang," tulis Andi.

Andi kemudian membandingkan kiprah PSI sebagai partai baru kiprah Partai Rakyat Demokratik (PRD) di masa lalu. PRD dibentuk di era 1990-an oleh sejumlah aktivis. Andi pernah terlibat aktif di partai itu. Kata Andi, PRD saat dibentuk bertujuan membuka demokrasi, bukan seperti PSI yang memberikan ruang kepada islamofobia. Sikap PSI itu disebut Andi sebagai contoh salah asuhan.

Lebih lanjut Andi menilai penolakan PSI terhadap Perda Syariah tak sejalan dengan prinsip negara demokrasi. Andi berpendapat sebuah negara yang menganut paham demokrasi tak mungkin menolak sebuah produk yang dicapai dengan cara demokrasi.

"Ada kecenderungan yang kontradiktif, di satu sisi menginginkan kebebasan yang seluas-luasnya. Di sisi lain berupaya melarang sebesar-besarnya," kata Andi.

"Kami boleh bebas, tetapi anda tidak boleh, nanti jadi syariah. Mungkin dulu Belanda juga bilang pada kaum pergerakan hal yang sama," tandas Andi.

(jarrak.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini