Tawarkan Kartu Sakti, Rizal Ramli Sebut Cara Jokowi Recehan

Redaksi Redaksi
Tawarkan Kartu Sakti, Rizal Ramli Sebut Cara Jokowi Recehan
(Doc. Net)
Rizal Ramli

JAKARTA - Ekonom Rizal Ramli mengkritik rencana Presiden Joko Widodo yang akan menerbitkan KIP Kuliah, Kartu Pekerja, dan Kartu Pra Kerja.

Menurut mantan Menko Kemaritiman itu, cara yang dilakukan Jokowi recehan, dan hanya mengedepankan untuk meraih dukungan di Pilpres 2019 mendatang.

"Rencana itu seperti memberikan gula-gula saja. Tidak memiliki rencana jangka panjang. Cara recehan," kata  Rizal Ramli dalam sebuah diskusi bertajuk Indonesia Perlu Pemimpin Optimis yang Bawa Perubahan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin, (25/02/2019).

Kebijakan tersebut dianggap Rizal Ramli tidak memiliki dampak jangka panjang. Menurut Rizal, seharusnya dari pada memberikan kartu, pelajar harus ditingkatkan semangat kompetisinya. Hal ini dilakukan agar para pelajar tidak ketergantungan terhadap kartu-kartu tersebut.

Anggaran pendidikan yang berjumlah Rp 440 triliun disisihkan sebesar Rp 20 triliun. Rizal beranggapan dana tersebut dapat digunakan untuk terfokus pada pengadaan kompetisi-kompetisi akademik maupun non akademik.

"Dari 440 triliun, coba dibagi lagi 20 triliun untuk kompetisi bagi pelajar. Biar pelajar terbiasa berkompetisi, tidak kayak bapak-bapaknya yang beda pilihan malah berantem. Saya yakin kualitas pendidikan Indonesia akan meningkat pesat," kata Rizal.

Rizal menegaskan, dalam lima tahun ke depan biaya pendidikan akan semakin mahal. Sehingga tidak sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah.

Solusi dari Rizal Ramli adalah dengan membuat Undang - Undang land grant atau memberikan tanah negara kepada universitas. Selain itu juga membebaskan pajak pendapatan bagi kampus agar nantinya kampus dapat meningkatkan sarana dan prasarananya untuk memperbaiki kualitas pendidikan.

"Harusnya kita buat Undang - Undang land grant. Negara kasih tanahnya ke kampus. Kita bebaskan pajak jadi kampus makin kaya. Anggarannya bisa buat sarana-sarana lainnya," terang Menko Perekonomian masa Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

(jarrak.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini