Sangkal Isu Keretakan dengan OSO, Wiranto Tetap Tak Mampu Bendung Keinginan Kader Hanura

Redaksi Redaksi
Sangkal Isu Keretakan dengan OSO, Wiranto Tetap Tak Mampu Bendung Keinginan Kader Hanura
(Foto: Okezone)
Wiranto

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menghadiri acara Rapat Kerja (Raker) Paguyuban Jawa Tengah di Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (21/1/2018). Dalam kesempatan itu, Wiranto mencurahkan isi hatinya soal kemelut Partai Hanura.

Ketua Dewan Pembina Partai Hanura itu mengatakan, isu keretakan hubungan dirinya dengan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) kian menyeruak di segala lapisan informasi, termasuk media sosial. Padahal, hal tersebut tidaklah benar. Ia mengklaim hubungannya dengan OSO baik-baik saja.

"Banyak yang memviralkan seolah-olah saya musuhan sama Pak OSO. Ini kan terus di viralkan. Tapi bukan seperti itu," kata Wiranto dalam sambutannya di hadapan anggota Paguyuban Jawa Tengah.

Menurut dia, kemelut yang terjadi di Hanura saat ini merupakan hal biasa. Secara tersirat ia menandaskan konflik tersebut dilakoni oleh OSO dan pengurus partai yang tidak sependapat dengan gaya kepemimpinannya. Sebagai Ketua Dewan Pembina, Wiranto mengklaim tak terlibat dalam konflik tersebut.

"Ini masalah internal partai antara Ketum (OSO) dan pengurus yang sedang melakukan upaya hukum, melakukan mosi tidak percaya pada atasannya. Ini sudah biasa dalam politik," jelas Mantan Panglima ABRI itu.

Wiranto mengaku tidak bisa membendung kader-kader Hanura yang melayangkan mosi tidak percaya untuk melengserkan OSO. Pasalnya, pelengseran OSO dari jabatannya dilakukan sesuai dengan AD/ART, yakni 27 dari 34 DPD Hanura menyetujui hal tersebut melalui Musyawarah Luar Biasa (Munaslub).

"Jadi ini masalah kepemimpinan, saya tidak bisa cegah. Dari 34 DPD, ada 27 yang tidak sepakat dengan Ketum. Itu ada penampungan pendapatnya melalui AD/ART. Itu hak politik pemilik partai. Pemilik partai itu adalah para anggota. Jadi sebetulnya ini bagian dari dinamika organisasi," tutur dia.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah pengurus DPD dan DPC Partai Hanura kubu Sekretaris Jenderal Sarifuddin Sudding melayangkan mosi tidak percaya kepada Ketua Umumnya, Oesman Sapta Odang (OSO). Mereka menggelar Munaslub dan memutuskan melengserkan OSO dari jabatannya. Setelah itu, mereka memilih Daryatmo sebagai Ketua Umum Hanura menggantikan OSO.

Silang pendapat antar dua kubu ini pun tak terhindarkan. Teranyar, kepengurusan Hanura kubu Daryatmo dan Sarifuddin Sudding menyatakan dukungannya untuk Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

(okezone)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini