Catatan 10 Tahun SBY

Korupsi Kementerian Tamparan Keras di Akhir Jabatan SBY

Redaksi Redaksi
Korupsi Kementerian Tamparan Keras di Akhir Jabatan SBY
JAKARTA - Di akhir masa jabatannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seperti mendapat tamparan keras. Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pertanian, Kementerian ESDM, Kementerian Agama , dan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemen-PDT) tersangkut kasus korupsi.

Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW), Donal Fariz, menilai tersangkutnya dua kementerian dengan kasus korupsi tidak bisa dilepaskan dari beberapa hal. Banyaknya menteri yang punya latar belakang partai politik, diduga salah satu penyebab marak korupsi di kementerian.

"Tentu terkait korupsi tidak bisa dilepaskan karena diperlukan pendapatan untuk partai politik," katanya kepada Okezone, Selasa (17/6/2014).

Kemudian, pada 2014 ini juga tengah digelar Pemilu. Tentu, para elite partai politik akan mencari dana, karena ketika partai tidak memiliki pendanaan yang baik untuk mengikuti pemilu mengakalinya dengan mencari uang di kementerian.

"Terutama di kementerian yang dipimpin oleh oknum (partai politik) tertentu," ujarnya.

Donal melihat pemerintahan SBY periode 2004-2009 masih dalam kategori lebih baik dari periode kedua terutama dalam komitmen anti korupsi. "Jadi, ini tamparan keras di akhir jabatan atau kepemimpinan SBY," tegasnya.

Untuk diketahaui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menjerat dua menteri sebagai tersangka kasus korupsi yakni Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA).

Andi diduga menyalahgunakan wewenangnya dalam proyek Komplek Olahraga di Hambalang, Jawa Barat, sementara Suryadharma Ali tersangkut kasus penyelenggaraan haji pada 2013. Perbuatan keduanya diduga merugikan negara.

Menteri Pertanian, Suswono, juga sempat bolak-balik diperiksa penyidik KPK terkait kasus suap impor daging sapi. Kasus ini sudah mengantarkan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq ke penjara.

Sekjen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Waryono Karno juga jadi tersangka kasus korupsi terkait suap kepada Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini.

Dua hari lalu, KPK kembali membongkar praktek suap di lingkungan kementerian. Berawal dari penangkapan Bupati Biak Numfor, Yeyasa Sombuk, tim KPK kemudian menyegel salah satu ruangan di Kemen-PDT pimpinan politikus PKB yakni Helmi Faisal Zaini.

Yeyasa Sombuk ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga menerima suap dari seorang pengusaha Teddy R terkait proyek penanggulangan bencana yang tak lain merupakan program di Kemen-PDT. (trk)
(ahm/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini