Kisruh Ditubuh Partai Gerindra Inhu Bakal Berbuntut Panjang, Pengurus Pilih Mundur

Redaksi Redaksi
Kisruh Ditubuh Partai Gerindra Inhu Bakal Berbuntut Panjang, Pengurus Pilih Mundur
ali/riaueditor.com
Pengurus DPC dan PAC memilih mundur dari jabatan kepengurusan partai Gerindra.
RENGAT, riaueditor.com - Kisruh yang terjadi ditubuh DPC Partai Gerindra Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sepertinya akan berbuntut panjang. Pasalnya sejauh ini baik pengurus DPC maupun PAC partai Gerindra Kabupaten Inhu mengambil sikap tegas dengan mundur dari jabatan di dalam kepengurusan Partai Gerindra Inhu.

Wakil Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Inhu, Munawar Ahalil menegaskan, pihaknyanya mundur dari kepengurusan Abdul Kodir dan Marlius, bukan dari Partai Gerindra Kabupaten Inhu. Artinya pihaknya tetap kader Partai Gerindra Inhu dan tetap tunduk kepada keputusan DPP Partai Gerindra.

" Kita tidak ada maksud untuk menganjal pelaksanaan Pilkada, meski tidak dimasukan didalam tim kita akan tetap bergerak", kata Munawar Ahalil yang didampingi oleh Askariadi merupakan Ketua PAC Kecamatan Pasir Penyu, Indra Setia Mandala merupakan Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Inhu dan Erwin Sp selaku OKK Partai Gerindra Inhu, Senin (27/7) di Pematang Reba.

Mewakili PAC Partai Gerindra se Kabupaten Inhu, Askariadi menyatakan bahwa seluruh PAC merasa sangat kecewa terhadap kepempinan Abdul Kodir Jailani selaku Ketua dan Marlius selaku sekretaris DPC Partai Gerindra Inhu.

" Pengurus DPC maupun PAC merasa di tinggalkan oleh kedua petinggi Parpol tersebut. Segala kebijakan yang diambil tidak pernah melibatkan para pengurus DPC dan PAC se Inhu," tuturnya.

Senada dengan itu, Ketua PAC Kecamatan Rengat Barat, Sarno Pambudi menilai seakan-akan DPC Partai Gerindra Inhu ini adalah milik mereka, sehingga apapun kegiatan yang dilakukan oleh partai mereka berdualah (Abdul Kodir dan Marlius_red) lah yang memutuskan. "  Sementara pengurus lain tidak pernah dianggap," bebernya.

Sementara itu Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Inhu, Abdul Kodir Jailani menyatakan bahwa silahkan mereka mengambil sikap kerena itu adalah hak mereka. "Namun sebagai kader Partai mereka di tuntut untuk patuh terhadap segal kebijakan partai, jika tidak sangsinya adalah pemecatan" ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan  Sekretaris DPC Partai Gerindra Inhu, Marlius juga menegaskan apa yang disampaikan dan di lakukan sudah sesuai dengan yang digariskan partai.

" Ini sebenarnya hanya miskomunikasi saja, kita tidak pernah meninggalkan. Ada saatnya mereka di libatkan ada pula saatnya tidak, semuanya ada aturannya", tegasnya.

Namun demikian ketika mereka tidak bisa mengikuti kebijakan partai silahkan saja mereka mengambil sikap. " Apapun organisasinya tetap akan berjalan sesuai aturan," sebutnya. (ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini