Kampanye Hitam ke Jokowi, Tiga Emak-emak Diciduk Polisi

Redaksi Redaksi
Kampanye Hitam ke Jokowi, Tiga Emak-emak Diciduk Polisi
ilustrasi

KARAWANG - Jajaran Polres Karawang dan Polda Jawa Barat mengamankan tiga orang wanita yang diduga melakukan ujaran kebencian dan kampanye hitam terhadap pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma'aruf Amin.

Kapolres Karawang Ajun Komisaris Besar Polisi Nuredy Irwansyah Putra mengatakan, ketiganya diamankan pada Minggu, 24 Februari sekitar pukul 23.30 WIB.

"Sebagai tindakan preventif Kepolisian, ketiga ibu-ibu tersebut diamankan oleh Polres Karawang bersama sama dengan Polda Jabar," kata Nuredy kepada VIVA, Senin, 25 Februari 2019.

Dari informasi yang dihimpun, ketiga ibu-ibu tersebut berinsial ES (49), IP (44) dan CW (43). Ketiganya saat ini dibawa ke Polda Jawa Barat guna melakukan pemeriksaan. Polisi juga menyita ketiga handphone ibu-ibu tersebut.

"Saat ini yang bersangkutan masih berada di Polda Jabar," ujarnya.

Sebelumnya warga Karawang dibuat geger dengan video aksi sosialisasi berisi kampanye hitam terhadap Jokowi - Maruf yang viral di media sosial. Sebab, diduga kuat peristiwa dalam video itu terjadi di Karawang. 

Dalam video yang beredar, dua orang perempuan tersebut berbicara dalam bahasa sunda saat kampanye door to door. Warga diyakini bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis.

"Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin," kata perempuan di video yang viral.

Jika diartikan, ajakan itu memiliki arti:

Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin. 

(viva.co.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini