Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

HWK Inginkan Perempuan Tampil Dengan Kualitas Keimanan dan Akhlak

Redaksi Redaksi
HWK Inginkan  Perempuan  Tampil Dengan Kualitas Keimanan dan Akhlak
anje/RE
Hj Dewi Sulastri didampingi Khairiah saat memberikan sambutan diacara Maulid Rasul.
SELATPANJANG,riaueditor.com – Memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW, Himpunan Wanita Karya (HWK) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar acara tausyiah yang sekaligus pertemuan rutin bulanan organisasi perempuan ini. Acara yang digelar pada selasa (28/1/14) ini, turut dihadiri oleh Sekretaris DPD HWK Propinsi Riau, Hj Dewi Sulastri SH dan Ustadz Jasmail sebagai penceramah
 
"Saya selaku Ketua HWK Kabupaten Kepulauan Meranti, saya mengajak kepada semua untuk senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Meskipun kita sebagai perempuan-perempuan yang berkarya, namun bukan berarti kita lalai akan kewajiban kita sebagai hamba Allah, lalai dengan keluarga," kata Khairiah.
 
Lebih lanjut Khairiah mengingatkan untuk selalu menjaga hubungan baik antara individu yang satu dengan yang lainnya, antara kelompok HWK yang satu dengan yang lainnya sebagai dasar untuk membina kerukunan hidup antar umat beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
 
"Melalui Maulid Nabi Muhammad SAW ini, mari kita wujudkan  kelahiran anggota HWK sebagai perempuan yang tampil dengan kualitas keimanan dan akhlak yang baik serta memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai untuk ikut berkiprah membangun Kabupaten Kepulauan Meranti yang kita cintai ini," lanjut Khairiah.
 
Sementara itu, Hj Dewi Sulastri SH dalam  sambutannya mengajak kepada seluruh undangan yang hadir untuk meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT serta menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup serta manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
 
"Perayaan Maulid Nabi adalah sebagai bentuk upaya mengenal akan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa ajaran agama Islam dan juga sebagai bukti cinta kita sebagai umatnya kepada Rasulullah. Seperti yang kita ketahui bahwa Rasulullah sangat mencintai umatnya. Bahkan hingga detik terakhir sakaratul maut pun Rasulullah masih menyebut umatnya. Dalam diri Rasulullah SAW terdapat suri teladan yang sangat baik. Tidak ada contoh yang paling baik selain Rasulullah SAW. Rasulullah adalah panutan dan tuntunan bukan hanya di dunia, tetapi Rasulullah juga akan memberi syafaat nanti di Yaumul Mahsyar," sebut Dewi.
 
Lebih jauh dikatakannya, sebagaimana kita pahami bersama, Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT di tengah tatanan masyarakat yang kering dari nilai-nilai luhur kebajikan dan kebaikan. Hukum diterapkan secara tidak adil, dan tanpa nilai-nilai keadilan. Perselisihan diselesaikan melalui kekerasan yang penuh dengan kebencian. Kemakmuran berada dalam jurang ketimpangan yang dalam. Kesejahteraan bertabur materialisme yang berlebihan dan jauh dari kesholehan sosial.

Dalam menghadapi tatanan masyarakat yang seperti itu, Nabi Muhammad SAW mengajarkan nilai-nilai ketauhidan, baik sebagai prinsip maupun praktik nyata yang diwujudkan pada sikap, karakter, dan watak yang agung. Beliau memadukan nilai-nilai universal ajaran agama yang tertuang dalam Al-Qur'an dengan tindakan dan perilaku nyata di dalam berbagai aktivitas dakwah dan kemanusiaan. Di sinilah, ketauladanan atas kesholehan individual tumbuh bersamaan dengan kesholehan sosial.
 
Berkenaan dengan hal tersebut, sangatlah tepat kiranya jika kita juga mampu meneladani akhlaq dan semangat beliau dalam membangun masyarakat sesuai dengan kompetensi dan kapasitas kita sebagai abdi negara. Di tahun 2014 ini, kita harus lebih giat bekerja, untuk berprestasi. (je)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini