Usai Ngamar Dengan Kekasih 44 Tahun yang Tetangganya Sendiri, Kakek Lansia Lemas lalu Meninggal di Tempat Tidur

Redaksi Redaksi
Usai Ngamar Dengan Kekasih 44 Tahun yang Tetangganya Sendiri, Kakek Lansia Lemas lalu Meninggal di Tempat Tidur
ilustrasi

MALANG - Ladi, kakek berumur 60 tahun asal Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia setelah ngamar dengan kekasihnya, Siti Nurjamik (44).

Peristiwa itu terjadi di sebuah kamar kos harian di Jalan Ahmad Yani Utara, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (9/5/2022) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, awalnya Ladi dan Siti datang ke penginapan dengan mengendarai sepeda motor berboncengan.

Tiba di penginapan itu, keduanya lantas langsung check-in di kamar nomor 2 yang berada di lantai di lantai 2.

Selang beberapa waktu memadu kasih layaknya hubungan badan suami istri di dalam kamar tersebut, Ladi kemudian lemas dan tak sadarkan diri.

“Kata saksi (Siti) korban lemas dan langsung tertidur,” kata Kapolsek Blimbing Kompol Yanuar Rizal kepada Radar Malang.

Melihat hal itu, Siti pun bergegas memanggil petugas kebersihan rumah kos penginapan harian itu dan memberitahu bahwa kekasihnya tidak sadarkan diri.

Untuk memastikannya, petugas hotel lalu memanggil tim medis dan kepolisian guna memeriksa kondisi Ladi.

Benar saja, meskipun mulut korban tidak mengeluarkan busa, Ladi dinyatakan sudah tak bernyawa lagi.

Dari keterangan pihak medis, ditubuh korban tidak ditemukan luka-luka yang mencurigakan tanda kekerasan.

Kabar kematian sang kakek pun seketika membuat kaget keluarga Ladi di Pakis, bahkan diketahui sang istri diketahui shock atas kejadian tersebut.

Namun demikian dari sana, diketahui bila antara Siti dan korban merupakan tetangga rumah dan telah lama saling suka. Keduanya juga diketahui sama-sama sudah berkeluarga.

Polisi pun mencari tahu soal riwayat penyakit korban. "Keterangan anak korban, jika sang ayah punya riwayat sakit hipertensi. Kemungkinan saat itu sakitnya kambuh,” ujar Rizal.

Jenazah korban setelah di evakuasi langsung dibawa ke Unit Forensik RSSA untuk visum, namun keluarga menolak untuk itu dan menerima kejadian itu sebagai musibah dan langsung dimakamkan kemarin malam .

(Radar Malang)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini