Serahkan Cek Kosong, Oknum Kopkar PT PLN UP2D Jakarta Raya Diduga Lakukan Penipuan

Redaksi Redaksi
Serahkan Cek Kosong, Oknum Kopkar PT PLN UP2D Jakarta Raya Diduga Lakukan Penipuan
istimewa

JAKARTA - Oknum Manager Koperasi Karyawan (Kopkar) PT. PLN UP2D Jakarta Raya berinisial WN diduga terlibat tindak pidana penipuan Cek kosong senilai 1.4 Miliar lebih untuk pembayaran 150 ton beras yang telah diterimanya dari CV. Amanah Berkah Iqtishodi (ABI).

Kejadian bermula ketika Koperasi karyawan PLN (Persero) UP2D Jakarta Raya melakukan pemesanan beras sebanyak 150 ton kepada CV. Amanah Berkah Iqtishodi (ABI), lalu kemudian CV. ABI melakukan pengiriman beras pada tanggal 17 Desember 2021 ke gudang beras yang berada di Citereup sesuai permintaan dari koperasi tersebut. Dengan perjanjian pembayaran dilakukan 7 hari setelah barang diterima. Penanda tangan berinisial WN selaku manager di koperasi tersebut.

Dalam pelaksanaan, pembayaran dilakukan oleh PT. Usaha Persada Djaya (UPD) yang merupakan anak usaha dari Koperasi karyawan PLN (Persero) UP2D Jakarta Raya, di mana oknum berinisial WN menjabat sebagai direktur di PT. UPD ini memberikan cek Bank BRI bertuliskan senilai 1.4 Miliar lebih sesuai dengan tagihan yang mesti dibayarkan.

Namun hal tak terduga terjadi, ketika pihak CV. ABI ingin melakukan pencairan dana cek tersebut terdapat masalah dana tidak cukup alias cek kosong.

Dengan berharap adanya sifat kooperatif dari pihak kopkar PLN UP2D Jakarta Raya. Setelah mangkir lewat dari jatuh tempo pembayaran lebih dari 2 bulan, pada akhir Februari 2022 yang lalu kembali untuk kesekian kalinya CV. ABI melakukan penagihan ulang.

Rochmad selaku Direktur CV. ABI mengatakan, “Di awal Kopkar UP2D Jakarta Raya meminta kami untuk full support pengadaan beras sebanyak 150 ton dengan pembayaran aman paling lama 7 hari kerja, tetapi sampai sekarang kami belum dibayar juga oleh pihak Kopkar dan sudah lewat lebih dari 2 bulan. Komunikasi yang kurang baik juga ditunjukkan oleh Pak WN selaku orang yang bertanggung jawab dan perwakilan Kopkar PLN ini,” katanya.

“Tanpa adanya pemberitahuan, setelah kami cek ke lokasi gudang di Citereup juga sudah pindah, ternyata mereka hanya sewa sebentar saja di sana dan sekarang infonya ada di Cilodong. Itu pun tidak adanya komunikasi yang baik dari mereka,” ujar Rochmad kepada awak media.

Dalam hal ini, ada dugaan sementara bahwa Koperasi Karyawan PLN (Persero) UP2D Jakarta Raya melakukan dugaan tindak penipuan terhadap CV. ABI sebesar 1,4 Miliar lebih, karena membayar dengan cek kosong dan juga telah mangkir lewat dari jatuh tempo pembayaran semestinya.

"Jika tidak adanya itikad baik dari pihak Kopkar, maka kami akan menempuh jalur hukum," tegas Rochmad.

Dikonfirmasi ke pihak koperasi berinisial WN, ia berjanji akan segera dilakukan pelunasan, "Kami juga belum dibayar oleh klien kami, sudah hampir tiap hari kami tagih juga ke mereka namun sampai saat ini belum dibayar," jelas WN.(*/rls)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini