Puluhan Kerbau Mati Terinfeksi Penyakit Ngorok Resahkan Peternak di Rohul

Redaksi Redaksi
Puluhan Kerbau Mati Terinfeksi Penyakit Ngorok Resahkan Peternak di Rohul
riaueditor.com/ded

ROHUL, riaueditor.com - Kelompok peternak kerbau di Kecamatan Rambah dan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu, Riau resah dengan matinya puluhan ekor kerbau secara mendadak akibat terinfeksi penyakit ngorok atau Septicaemia epizootica (SE).

Ketua kelompok ternak kerbau Pulo Hotang H Safaruddin yang berada di Dusun Tiga Gunung Intan Desa Bangun Purba Timur Jaya Kecamatan Bangun Purba, Rohul mengatakan, sebelum terdampak penyakit ngorok jumlah kerbau di kelompok tersebut sebanyak 110 ekor.

"Saat ini ternak mati mendadak sebanyak 20 Ekor dan dipotong paksa sebanyak 68 ekor," katanya, Rabu (2/11/2022).

Dikatakan dia, sebelum ada bakteri SE di kelompok ternak pulo hotang ada sebanyak 110 ekor pak. Tetapi setelah terdampak hanya tinggal 22 ekor.

Dia menambahkan, saat ini para peternak sangat resah dengan adanya bakteri tersebut.

"Kami sangat resah dengan adanya bakteri SE. Kami berharap pemerintah dapat membantu kami," harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Rohul Christian Agung Nugroho menjelaskan dii kecamatan Rambah tepatnya di Desa Tanjung Belit ada kerbau yang mati sebanyak 21 ekor dan yang di Potong paksa 38 ekor total 59 ekor.

Lanjut dia, di Kecamatan Bangun Purba tepatnya di Desa Desa Bangun Purba Timur Jaya mati mendadak 20 ekor. Sementara di potong paksa sebanyak 68 ekor dan yang masih ada 22 ekor kerbau.

"Penyakit ngorok mulai menyerang kerbau di Rohul sejak 10 Oktober 2022," jelas Christian Agung Nugroho.

Sejak saat itu, pihaknya bersama petugas TNI dan Kepolisian melakukan penanganan untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit ngorok pada kerbau.

Sementara itu, Babinsa Koramil 02/Rambah Kodim 0313/KPR, Serda Jumari mengimbau, kepada pemilik ternak agar tidak panik atau khawatir, karena penyakit ngorok pada hewan ini tidak menular kepada manusia.

"Kami berharap kepada warga pemilik ternak agar tidak panik, harap Serda Jumari.

"Penyakit ngorok pada hewan tidak dapat menular pada manusia," tutupnya.

Tampak, petugas dari Babinsa Koramil 02 Rambah Kodim 0313/KPR memantau kerbau mati yang berada di Desa Bangun Purba Timur Jaya, Rohul.(ded)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini