Kematian Covid-19 Anak Naik, Terlambat Diobati karena Disangka Flu Biasa

Redaksi Redaksi
Kematian Covid-19 Anak Naik, Terlambat Diobati karena Disangka Flu Biasa
Petugas bersiap memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta, Kamis (28/1/2021). Setiap harinya, TPU Bambu Apus melayani rata-rata 30 hingga 50 pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Case Fatality Rate COVID-19 Anak Sedikit Meningkat

Jika melihat pada Case Fatality Rate (CFR) per 26 Agustus 2021, kematian COVID-19 anak mengalami sedikit peningkatan. CFR adalah jumlah orang yang meninggal dunia dari total orang yang sakit atau mempunyai gejala suatu penyakit.

"Kalau CFR dewasa memang meningkatnya pada masa pandemi cukup tajam sampai 6,45 persen (Agustus 2021), sedangkan pada anak-anak 1 persen (0,68 persen)," lanjut Dante Saksono Harbuwono.

"Saat lonjakan pada Juli 2021 terjadi, CFR dewasa 3,27 persen dan anak-anak 0,33 persen."

Oleh karena itu, Dante menekankan, gejala-gejala COVID-19 pada anak-anak juga penting diketahui orang tua. Sehingga tren kasus konfirmasi dan kematian COVID-19 pada anak tidak terjadi.

"Peran orang tua sangat penting sekali untuk menekan kasus kematian COVID-19 pada anak. Tidak menunggu anak sampai kelihatan sesak dahulu, baru dibawa ke rumah sakit," ucapnya.

"Tetapi dari awal sudah diperiksakan ketika anaknya demam, susah makan, langsung diperiksakan ke dokter, dibawa ke instalasi kesehatan setempat."


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini