Abaikan Putusan MA, Oknum Wakil Rakyat Pelalawan Ini Malah Bertindak Bak Preman

Redaksi Redaksi
Abaikan Putusan MA, Oknum Wakil Rakyat Pelalawan Ini Malah Bertindak Bak Preman
ade/

LANGGAM - Meski putusan Mahkamah Agung (MA) telah keluar, oknum anggota DPRD Pelalawan bernama Afrizal ini tetap ngotot ingin menguasai PKS Mini di Desa Tambak, Kecamatan Langgam, Pelalawan. Rombongan Tim kuasa Hukum Anto Geovanni alias Aheng yang tiba ke lokasi sempat diajak berduel dengan anggotanya.

Pantauan di lapangan, Kamis (12/11/2021) malam, terlihat kericuhan sempat terjadi di lokasi pabrik. Saat Kuasa Hukum Aheng menjelaskan soal kepemilikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Mini berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor 385 K/Pdt/2021 adalah sah milik kliennya, Afrizal Cs langsung mencak-mencak.

Sempat terjadi adu argumen antara Kuasa Hukum Aheng dengan Afrizal Cs. Merasa tidak terima dengan argumen yang disampaikan Kuasa Hukum Aheng, Afrizal Cs tetap ngotot bahwa tanah PKS Mini tersebut adalah miliknya. Dia tidak mengizinkan pihak manapun menguasai pabrik.

Tidak hanya sampai di situ, Afrizal sempat tersulut emosi. Bahkan, Afrizal menantang salah seorang dari rombongan Kuasa Hukum Aheng untuk berduel alias berkelahi dengan anggotanya.

Pernyataan Afrizal ini, justru membuat emosi dari keduabelah pihak tersulut. Untung saja, aparat kepolisian dari Polsek Langgam yang berada di lokasi bisa mengendalikan situasi. Bentrok antara kedua kubu pun bisa dihindari.

Setelah upaya mediasi yang cukup alot disaksikan aparat kepolisian, akhirnya ditemui kesepakatan antara kedua belah pihak. Afrizal Cs menyatakan akan legowo jika eksekusi di lapangan dilakukan secara prosedur hukum oleh pihak yang berwenang.

"Kita sangat menyayangkan sikap Afrizal tadi yang seolah-olah hendak melegalkan aksi premanisme. Sebagai seorang anggota DPRD, justru seharusnya dia lah yang lebih bijak menyikapi persoalan ini, bukan mengajak baku hantam," ujar Ronal Regen SH, Kuasa Hukum Aheng kepada wartawan usai mediasi.

Seharusnya, lanjut Ronal, dari pihak Afrizal menghormati putusan Mahkamah Agung yang telah menjelaskan soal status kepemilikan PKS Mini tersebut. Meski Ronal juga tidak menampik masih ada upaya luar biasa yang bisa dilakukan Afrizal Cs yakni Peninjauan Kembali (PK).

"Jika ingin sportif, seharusnya pihak Afrizal tidak menempati orangnya di lokasi pabrik, jika dia menjadikan alasan bahwa kepemilikan pabrik masih dalam sengketa. Ini kan tidak, justru orang-orang dia masih ada di lokasi," kata Ronal.

Soal kepemilikan tanah pabrik, Ronal menyatakan sudah ada ganti rugi antara kedua belah pihak sehingga terbitlah Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR). "Itu juga sudah dituangkan dalam salinan putusan Mahkamah Agung," ujar Ronal.

Sementara itu, Afrizal tidak bersedia memberikan komentar kepada media. Upaya peliputan sebelumnya juga sempat dihalang-halangi. Saat wartawan hendak melakukan pengambilan gambar, Afrizal sempat marah sehingga anggotanya berupaya hendak merampas ponsel milik wartawan. (ade)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini